KAMIS (13/9) bakda Magrib di Masjid Agung Madrasatul Quran, Tebuireng, KH Ahmad Syakir Ridwan Alhafiz selaku mudir II menjelaskan pentingnya semaan Quran. ’’Orang yang menyimak bacaan Alquran pahalanya sama dengan orang membaca Alquran,’’ tuturnya.
Semaan juga penting agar pembaca bisa tahu jika salah huruf atau bacaan. ’’Dulu zaman almagfurlah KH Yusuf Mashar Alhafiz, kegiatan setelah Magrib adalah mudarosah. Tiga orang setiap majelis, dua orang menyimak dan satu orang membaca agar bisa memperkuat hafalan,’’ terangnya.
Dulu, kiai atau ulama banyak yang kehilangan hafalan karena terlalu sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Maka semua ulama mengusulkan untuk mengadakan semaan Alquran akbar agar bisa menjaga hafalan yang sudah dihafal.
Kita wajib menjaga hafalan. Baik dengan murojaah sendiri maupun dengan semaan Quran. Sehingga kita dapat mempertahankan hafalan Alquran.
’’Menjaga hafalan Alquran wajib hukumnya, sedangkan menambah hafalan hukumnya sunah,’’ urainya.
Percuma kita nambah terus jika tidak menjaganya. Jika tidak murojaah, maka Alquran yang kita hafal akan hilang. Jika susah murojaah sendiri, maka kita bisa ikut semaan untuk menjaga hafalan.
Oleh Khafid Haidar Irhab, Kamar Jannatul Firdaus 10 PP Madrasatul Quran Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto