Rabu (3/9) di kelas 7 Tahfidz 1 MTs Madrasatul Quran Tebuireng, Ismail Hasani selaku guru IPA menjelaskan pentingnya pelajaran umum. ’’Kita tidak boleh meremehkan ilmu seperti IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Karena ilmu-ilmu inilah yang membantu kita menjadi dokter, ilmuwan maupun presiden,’’ tuturnya.
Semua ilmu akan menjadi bekal kita untuk masa depan. Ibadah hukumnya wajib. Mempelajari ilmu yang mendukung pelaksanaan ibadah hukumnya juga wajib. Seperti cara mengetahui waktu salat. Kita bisa mengetahui waktu melalui peredaran matahari. Guna mengetahuinya kita harus belajar ilmu astronomi.
Zakat hukumnya wajib. Cara mengetahui ukuran zakat melalui ilmu matematika. Haji hukumnya wajib. Maka wajib pula mempelajari ilmu pesawat maupun kapal agar bisa melakukan perjalanan haji.
Seperti cerita Dr Mahbubi Ali, seorang santri asal Bangkalan yang sekarang menjabat di Kementerian Keuangan Brunei Darussalam. Dulu beliau santri yang tidak mampu. Berkat tekad dan inisiatif belajar akademik, akhirnya diterima di Universitas Islam Malang (UIN).
Sekarang beliau menjabat sebagai penasihat keuangan di Kementerian Keuangan Brunei Darussalam. Dari kisah beliau, kita menjadi paham pentingnya pelajaran akademik. ’’Semua mata pelajaran di sekolah penting. Tidak ada istilah, ilmu A tidak jadi pertanyaan malaikat di kubur,’’ ucapnya.
Oleh Firman Idris, Kelas 7 Tahfidz 1 MTs Madrasatul Quran Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto