Kamis (25/9) bakda Magrib di Masjid Agung PP Madrasatul Qur'an Tebuireng, KH Ahmad Syakir Ridwan LC selaku Mudir 2 menyampaikan pentingnya pengabdian di pondok pesantren. ’’Agar ilmu berkah kalian harus berkhidmah atau mengabdi,’’ tuturnya.
Beliau mengutip Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Tetapnya ilmu diperoleh dengan cara mengulang-ulang pelajaran. Barokahnya ilmu didapat dengan berkhidmah atau mengabdi. Serta manfaatnya ilmu diraih dengan rida guru.
Contoh pengabdian di pondok, jadi abdi dalem. Jadi pembina untuk santri baru. Membantu masak di jasa boga. Serta membantu mengajar kepada santri yang lebih junior. Santri ditugaskan apapun oleh kiai harus manut.
’’Santri juga harus siap mengabdi kepada masyarakat,’’ terangnya. Diminta masyarakat mengajar ngaji harus mau. Diminta masyarakat mengisi khotbah harus siap. Diminta masyarakat mengisi pengajian harus bersedia. Makanya di MA MQ Tebuireng ada program mengirim siswa untuk menjadi muazin, bilal, khotib dan imam salat Jumat di masjid-masjid kampung.
Santri juga harus menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari. Pengabdian santri yang menghafalkan Alquran tidak hanya menguntungkan diri mereka sendiri, tetapi juga harus membawa manfaat luas bagi masyarakat. Serta memperkuat pondasi moral dan spiritual dalam kehidupan sosial.
Oleh Hasbi Yuliannur, Kelas XI-I MA Madrasatul Quran, Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto