Oleh: Lustania Septi Anjani, Floren Tika Ramadani, Hilda Fachriza, Meylyana Brigidta*)
Radarjombang.id - Program pelatihan pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan bentuk inovasi sosial yang sangat relevan dan tepat sasaran.
Eco enzyme merupakan cairan serba guna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayur, bersama dengan gula merah dan air dalam jangka waktu tertentu (biasanya sekitar tiga bulan).
Proses ini tidak hanya menawarkan cara kreatif dalam mengurangi sampah organik, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki banyak manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, eco enzyme dapat digunakan sebagai pupuk cair untuk tanaman, pestisida alami, cairan pembersih lantai, bahkan sebagai pembersih saluran air untuk membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Dalam konteks pembangunan desa yang berkelanjutan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal dapat menjadi solusi efektif terhadap isu lingkungan yang selama ini cenderung diabaikan.
Edukasi yang memadai tentang cara pembuatan, manfaat, dan cara penggunaan eco enzyme menjadi kunci utama agar gerakan ini benar-benar bisa diterapkan secara luas dan konsisten. Banyak masyarakat yang masih ragu atau bahkan tidak mengetahui bagaimana memulai membuat eco enzyme.
Yang menarik dari pelaksanaan program ini adalah kemampuan untuk membangun sinergi antara berbagai elemen masyarakat desamulai dari ibu rumah tangga, kelompok wanita tani (KWT), hingga pelajar. Pelibatan banyak lapisan sosial menunjukkan bahwa pelatihan eco enzyme bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir masyarakat menuju budaya hidup bersih, ramah lingkungan, dan produktif. Hal ini penting, mengingat perubahan perilaku merupakan kunci utama dari keberlanjutan program berbasis lingkungan.
Namun demikian, ada beberapa tantangan seperti keterbatasan alat fermentasi dan rendahnya kesadaran awal masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Di sinilah pentingnya peran kelembagaan desa untuk hadir secara aktif, tidak hanya sebagai fasilitator awal, tetapi juga sebagai penjaga keberlanjutan melalui kebijakan dan dukungan yang berkelanjutan. Upaya menjadikan eco enzyme sebagai produk unggulan desa adalah langkah strategis yang patut diperkuat dengan dukungan pemasaran dan legalitas.
Pembangunan desa tidak harus selalu berskala besar atau bergantung pada teknologi canggih. Melalui pelatihan sederhana yang berbasis pada kebutuhan nyata dan potensi lokal, Desa Madiredo telah menunjukkan arah baru pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada lingkungan, kemandirian, dan kesejahteraan berkelanjutan.
*) Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Anggi Fridianto