Radarjombang.id - Emboli paru adalah kondisi darurat medis yang terjadi akibat adanya sumbatan di pembuluh darah paru, biasanya oleh bekuan darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa.
Sayangnya, gejalanya sering tidak spesifik seperti sesak napas atau nyeri dada sehingga pemeriksaan penunjang yang cepat dan akurat sangat diperlukan. Salah satu pemeriksaan yang paling andal adalah CT Pulmonary Angiography (CTPA). Pemeriksaan ini menggunakan CT scan untuk melihat aliran darah di paru-paru dan mendeteksi sumbatan. Namun kini, teknologi ini berkembang lebih canggih dengan hadirnya Photon-Counting CT (PCD-CT).
Berbeda dari CT scan biasa, PCD-CT dapat menghasilkan gambar dengan kualitas lebih tajam dan jelas, bahkan dengan dosis radiasi dan cairan kontras yang jauh lebih rendah.
Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh jurnal European Radiology, PCD-CT hanya membutuhkan 25 mL cairan kontras atau setengah dari jumlah kontras standar. Selain itu, pemindaian dilakukan sangat cepat hanya sekitar 0,6 detik. Ini sangat membantu pasien dengan sesak berat yang sulit menahan napas lama saat pemeriksaan.
Meskipun dosis radiasi lebih rendah, kualitas gambarnya dinilai sangat baik oleh para ahli radiologi. Bahkan, teknologi ini mampu meminimalkan gangguan gambar akibat gerakan napas, yang sering menjadi kendala pada pasien dalam kondisi kritis.
Pada gambar dibawah ini (a) dan (b) merupakan hasil dari PCD-CT sedangkan (c) dan (d) hasil dari CT scan biasa. Hasil citra dari teknologi CT terbaru, yaitu Photon-Counting CT (PCD-CT), menunjukkan kualitas gambar yang sangat baik meskipun hanya menggunakan setengah dosis cairan kontras dan radiasi dibanding CT biasa (EID-CT). Gambar yang dihasilkan lebih tajam, minim gangguan akibat gerakan napas, dan sangat membantu untuk melihat pembuluh darah kecil di paru-paru.
Para dokter ahli menilai hampir seluruh hasil PCD-CT sebagai gambar dengan kualitas "baik" hingga "sangat baik", tanpa ada satu pun yang tidak layak untuk diagnosis.
Ini menjadikan PCD-CT sebagai pilihan yang lebih aman dan efisien, terutama bagi pasien dengan kondisi kritis atau fungsi ginjal terbatas.
Selain lebih aman dan nyaman, teknologi PCD-CT juga mendukung prinsip keselamatan medis, yaitu meminimalkan risiko tanpa mengorbankan hasil pemeriksaan. Dengan segala keunggulannya, PCD-CT diharapkan bisa menjadi standar baru dalam diagnosis emboli paru yang cepat, akurat, dan ramah pasien.
Dosen Pembimbing: Amilia Kartika Sari, S.Tr.Kes., M.T.
Oleh: Aldha Primaloka Damayanti (413231069), Chanta Della Concetta (413231071), Putri Citra Rafida (413231072), Nova Eka Arta Mevia (413231073), Firnanda Desitasari (413231075), Monica Handini Delicia (413231076), Fauzi Irfan Pambudi (413231077)
*) Mahasiswa Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan, Universitas Airlangga
Referensi:
Pannenbecker, P., Huflage, H., Grunz, J. P., Gruschwitz, P., Patzer, T. S., Weng, A. M., Heidenreich, J. F., Bley, T. A., & Petritsch, B. (2023). Photon-counting CT for diagnosis of acute pulmonary embolism: potential for contrast medium and radiation dose reduction. European Radiology, 33(11), 7830–7839. https://doi.org/10.1007/s00330-023-09777-9
Editor : Anggi Fridianto