Oleh Abdul Aziz Rafli, Kelas XI-MIA MA Salafiyah Syafiiyah Tebuireng
Radarjombang.id - Sabtu (19/4) di rest area tol Cikampek, saya membaca buku; 7 Habits of Highly Fffective People karangan Stepen R Covey.
Saya termenung saat membaca buku ini sambil melihat manusia dengan beribu kesibukannya.
Tema dari buku ini sangat menggugah jiwa saya, yakni cara manusia memandang dunia dengan benar. ’’Selidikilah hatimu sendiri dengan tekun karena dari dalamnya mengalir persoalan kehidupan,’’ tulis buku itu.
Ketekunan dan sikap menggapai keberhasilan hidup akan terwujud dengan keakuratan paradigma (cara kita memandang dunia). Ini menjadi sumber dari cara kita berpikir dan cara kita bertindak dan akhirnya menjadi sumber dari nasib hidup kita.
Paradigma adalah kesadaran diri dalam menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupan.
Yang sesungguhnya menentukan nasib kita adalah diri kita sendiri, yaitu respons kita terhadap sesuatu yang kita hadapi, seperti masalah.
Jika kita merenspons positif, maka itu tak akan jadi masalah, karena sejatinya cara kita melihat masalah merupakan masalah itu sendiri.
Dr KH Achmad Mustain Syafiie kala ngaji kitab Tafsir Jalalain di Masjid Pesantren Tebuireng, Rabu malam, mengidentifikasi cara pandang positif itu sebagai cermin keimanan.
’’Orang beriman akan selalu melihat positif semua hal yang datang dari Allah SWT. Baik itu berupa nikmat maupun musibah. Karena yang dilihat pertama yakni Allah SWT yang memberikan,’’ terangnya.
Editor : Anggi Fridianto