Radarjombang.id - Selasa (24/9) bakda Isya di Pondok Pesantren Al Masruriyah, Tebuireng, Gus Mirza ngaji bandongan kitab Attibyan.
Beliau menyampaikan pentingnya memanfaatkan waktu. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Manfaatkan lima sebelum lima,’’ tuturnya.
Manfaatkan waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Waktu kayamu sebelum datang waktu fakirmu. Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu. Dan manfaatkan hidupmu sebelum datang kematianmu.
Nabi juga bersabda; Waktu ibarat pedang. Jika kita tidak memanfaatkannya, maka akan memotong kita.
Pepatah mengatakan, waktu adalah emas. Karena pada hakikatnya waktu adalah hal yang sangat berharga dalam setiap inci kehidupan. Waktu adalah hal yang tidak akan pernah terulang lagi.
Jika kita mengulanginya pun tidak akan mendapat waktu yang sama. Karena setiap waktu memiliki kisahnya masing-masing.
Imam Ghozali menyatakan, yang terjauh adalah waktu. Karena sedetikpun terlewat tak akan bisa kembali.
Setiap waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena waktu akan terus berjalan. Dan manusia seringkali abai terhadap waktu, sehingga yang didapat hanyalah penyesalan. Hingga datang waktu yang tidak dapat menyelamatkannya dari penyesalan itu.
Oleh Azkiya Qoriatu Aghni, Kelas 11-B Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto