Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Persiapan Mudik ke Kampung Akhirat

Achmad RW • Jumat, 11 April 2025 | 13:57 WIB
Abdul Maliki, ketua umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jombang
Abdul Maliki, ketua umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jombang

SESUNGGUHNYA setiap orang yang merantau pasti ingin pulang kampung atau mudik pada saat hari raya, setelah sekian lama meninggalkan kampung halaman.

Begitu pula hidup di dunia ini bagaikan seseorang yang menggembara, menempuh perjalanan yang suatu saat pasti akan mengarah pada kampung akhirat.

Karena dunia ini bukanlah tujuan utama, melainkan hanya tempat singgah sementara sedangkan akhirat kehidupan untuk selamanya. Kematian bukanlah akhir segalanya.

Justru, itu adalah awal dari fase kehidupan berikutnya yaitu alam barzah yang akan membawa kita menuju alam akhirat.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang perlu di fahami.

Pertama, kematian sebagai awal kebahagiaan bagi orang orang mukmin.

”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS Ali ‘Imran 3: Ayat 185).

Kedua, kematian pasti ikuti kehidupan.

”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS Al-Anbiya 21: Ayat 35).

Ketiga, peringatan.

Dalam Bulughul Maram, hadis ke-425 dari Anas Radliyallaahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda:

”Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu menginginkan mati karena kesusahan yang menimpanya, bila ia benar-benar menginginkannya hendaknya ia berdoa: Ya Allah hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku.” (Muttafaq Alaihi).

Keempat, ada tiga hal yang mengikuti para pengembara.

Dari Anas Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah sabdanya:

“Mengikuti kepada seseorang mayit itu tiga hal, iaitu keluarganya, hartanya serta amalnya. Kemudian kembalilah yang dua macam dan tertinggallah yang satu. Kembalilah keluarga serta hartanya dan tertinggallah amalnya.” (Muttafaq’alaih).

Kelima, kajian tafsir Ibnu Katsir tentang bekal terbaik menghadap Allah SWT.

Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orangyang mengerjakan kebatilan.

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

(Allah berfirman) ”Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-Jatsiyah, ayat 27-29). (*)

Penulis:

Abdul Maliki

Ketua Umum PC. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jombang

 

Editor : Achmad RW
#opini #muhammadiyah #Mudik #Ketua #Jombang #akhirat #pemuda mahasiswa #ipc