Manajemen dalam mengoptimalkan waktu pada bulan Ramadan dapat dilakukan dengan sejumlah cara.
Pertama, buat jadwal yang teratur. Misalnya, atur waktu sahur, kegiatan pagi, siang, sore, dan malam.
Pastikan bangun tepat waktu sehingga masih ada waktu untuk salat tahajud, tadarus, atau mempersiapkan pekerjaan.
Jika kita bekerja dari pagi sampai siang, kita hanya perlu mengatur kegiatan sore dan malam.
Kedua, hindari multitasking, melakukan beberapa pekerjaan sekaligus cenderung mengurangi kualitas hasil kerja.
Fokus yang terbagi membuat kita kurang maksimal dalam menyelesaikan tugas.
Oleh karena itu, lebih baik selesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu dengan perhatian penuh sebelum beralih ke yang lain.
Ketiga, list tugas /kegiatan yang akan dikerjakan dengan tepat waktu. Sebagai seorang guru, tugas dalam lembaga pendidikan pastilah ada, oleh karena itu harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Keempat, orang yang berpuasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan, istirahat dan olahraga.
Orang yang berpuasa lebih cenderung merasa haus daripada lapar, dan mereka biasanya berbuka dengan minum es.
Hal tersebut dapat menyebabkan perut kembung dan mules.
Disarankan untuk minum minuman hangat terlebih dahulu saat berbuka puasa atau mengikuti sunah nabi, yaitu memakan kurma.
Hal ini bermanfaat bagi tubuh saat berpuasa. Sedangkan untuk makanan, makanlah makanan yang bergizi, yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Agar kebutuhan energi selama puasa tercukupi.
Gunakan waktu luang untuk beristirahat sejenak setelah beraktivitas.
Tidurnya orang yang berpuasa adalah pahala, tetapi kalau puasa tidur terus, maka kita tidak akan mendapat pahala dari amalan yang lain.
Hendaknya tidur atau istirahat sesuai porsi dan waktunya. Orang yang berpuasa, juga harus berolahraga, tetapi olahraga yang ringan.
Minimal berjalan dan beraktivitas untuk tetap menggerakkan tubuh kita.
Ketika tubuh belum bisa beradaptasi ketika awal puasa, biasanya merasakan mual; muntah; atau pusing.
Hal tersebut wajar, karena sebelum berpuasa, tubuh kita terisi oleh makanan saat beraktivitas, dan waktu berpuasa tubuh kita hanya mencerna makanan sahur untuk digunakan untuk beraktivitas selama 14 jam.
Oleh karena itu, pastikan makanan yang kita cerna mengandung gizi yang cukup sehingga membuat kita lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas dalam bulan Ramadan.
Dengan adanya manajemen waktu dalam bulan Ramadan, kita dapat memaksimalkan antara aktivitas dan ibadah kepada Allah SWT.
Ingatlah, Ramadan adalah kesempatan yang sangat berharga untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Manajemen waktu yang tepat akan membuat kita bisa memperbanyak amal ibadah dan meraih hasil yang maksimal. (*)
Penulis:
Mailinda Putri Anggia Sari SPd
Guru IPA SMP Terpadu Al Chodidjah Tebuireng