Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bukti Seseorang Telah Mengecap Lezatnya Ramadan

Achmad RW • Selasa, 11 Maret 2025 | 00:39 WIB

Mohamad Anang Firdaus, Sekretaris Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng Jombang
Mohamad Anang Firdaus, Sekretaris Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng Jombang
 

Dalam tradisi ngaji pasanan Tebuireng, nama Kiai Syansuri Badawi tak bisa dikesampingkan. Kiai asal Cirebon itu menjadi qari' terlama setelah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

Kiranya beliau telah mbalah kitab al-Bukhari & Muslim lebih dari 35 tahun sejak awal 1960-an hingga 1998-an.

Sedangkan Kiai Idris Kamali mengkaji kitab Shahihain itu secara sorogan sejak 1953 hingga 1973.

Sebagaimana Kiai Anwar Mansyur Lirboyo yang belakangan viral karena tidak sadar jika sudah membaca kitab selama 5 jam non stop, hingga adzan dhuhur mengingatkannya.

Kiai Syansuri juga pernah lupa waktu karena keasyikan mbalah kitab. Ngaji maraton selama Sya'ban hingga Ramadan ini dimulai Kiai Syansuri sejak pagi jam 08.00 hingga Duhur.

Ba'da Duhur giliran Kiai Adlan Aly yang mbalah Fathul Qarib hingga Asar. Lepas Asar, Kiai Syansuri mulai lagi hingga 17.30. Selesai Tarawih, beliau mbalah pada jam 22.00 hingga jam 01.00.

Terkadang, karena saking asyiknya dengan ilmu, beliau hanyut dalam bacaannya. Kiai Syansuri lupa waktu hingga mbalah sampai sahur.

Guru saya pernah cerita, "Jika saja tidak diingatkan, bisa-bisa beliau membacanya hingga adzan subuh. Makanya kita ingatkan dengan halus, pangapunten kiai, niki sampun wancine sahur, baru beliau mengakhiri ngajinya".

Luar biasanya, selama 5 jam, posisi duduk beliau masih sama seperti awal, duduk tegap bersandar tiang masjid.

Posisi yang sama seperti Hadrarussyaikh dahulu mbalah kitab. Di saat para santri sudah banyak yang tumbang, beliau masih tetap duduk tegap penuh wibawa.

Fenomena ini disebut oleh para ulama sufi sebagai kelezatan mengajar ladzdzah al-ta'lim.

Kiai yang sudah berada di level senang ngajar, pasti akan larut dalam ngajarnya, hingga lupa waktu.

Kelezatan spiritual ini akan mengalahkan semua rasa kelezatan duniawi ladzdzah al-ta'lim tafawwaqa kulla ladzdzah.

Kelezatan ini bersumber dari rasa rindunya kepada ilmu musytaq ila al-'ulum wa al-ma'aarif. Rasa rindu yang membuat mati rasa terhadap capeknya badan dan laparnya perut.

Dalam ilmu sains modern, hal ini disebut sebagai teori aliran flow theory yang dikembangkan oleh seorang psikolog Mihaly Csikszentmihalyi.

Bahwa orang yang berada dalam mode fokus secara penuh pada hal yang diminati, ia akan kehilangan kesadaran akan waktu.

Inilah puncak pencapaian seorang pencari ilmu. Hingga Syaikh Muhammad ibn al-Hasan al-Syaibani menyindir para pencari dunia "kemana saja para anak dunia, kok ya ndak nemu kelezatan ini?"

Oleh karenanya wajar jika selama menjadi anggota DPR RI, Kiai Syansuri pasti meminta cuti selama pertengahan Sya'ban hingga Ramadan untuk mengejar dan menikmati kelezatan mbalah kitab di tengah para santri.

Lantas adakah di antara kita yang sudah mengecap lezatnya Ramadan ini?

Wallahu a'lam

 

Penulis:
Mohamad Anang Firdaus
Sekretaris Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng Jombang

 

Editor : Achmad RW
#seseorang #Ramadan #tebuireng #lezatnya