Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bertemu Allah di Bulan Penuh Berkah, Karomah dan Mu’jizat bagi yang Berpuasa

Achmad RW • Senin, 3 Maret 2025 | 12:50 WIB
Amiruddin, alumni Unversitas Hasyim Asy’ari ‘23
Amiruddin, alumni Unversitas Hasyim Asy’ari ‘23

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Bismillah syukur diawali dari lisan orang beriman membuat hati jadi tenang.

Rasulullah dalam sabdanya menegaskan, orang itu mempunyai tujuh lapisan, dada (صدر ) dalam dada ada qolbun (قلب ) hati,  dalam qolbun  ada fuadun (فؤاد ) hati sanubari, dalam fuada ada ruh (روح  ) ruh,  dalam ruh ada sirrun (سر ) rahasia dalam sirrun ada ilmu ( علم) ilmu,  dalam ilmu ada fahmu (فهم ) faham.

Orang tinjau hakekat adalah “nilai” seseorang berkomunikasi dengan Allah pasti berilmu/faham akan rahasia-Nya, dikatakan berilmu jika memenuhi tiga kreteria.

Bersifat koherensi, artinya bahwa ilmu tidak bertentangan dengan akal. Bersifat korespodensi, ilmu itu nyata dan bisa dibuktikan. Pragmatis, bahwa ilmu itu membawa maslahah.

Manusia tinjau hakekat adalah “jasad”  bahasa Jawa “wada’ ” artinya manusia jika belum mengenal Allah, maka seperti patung berdiri tegap.

Maka sebagai manusia adalah meng “orangkan” manusia menuju Tuhan:

 إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Pandangan hakekat (نَ رَاجِعُو ) yang artinya “kembali” sejatinya untuk orang yang belum meninggal, sebab yang namanya “kembali” itu masih hidup, bagaimana bisa kembali jika manusia itu sudah meninggal.

Hakikinya  Ramadan

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan: Dinamakan bulan Ramadhan karena ia mengugurkan (membakar) dosa-dosa dengan amal saleh.

Hakekat Ramadan: bulan membakar hawa nafsu hingga muncul kesadaran tinggi.

Tentu jiwa terbimbing dengan guru sejati, dapat berkumunikasi dengan Dzat Yang Maha Tunggal, Wujud Tunggal, dan Roso Tunggal.

Allah menurunkan Alquran sejati (qur’an qodim) yang otomatis bisa membedakan menjadi orang-orang bertakwa.

Dengan semangat Ramadan nafsu-nafsu mut’mainah dapat kepada pada Allah tanpa kesasar. Aamin (*)

Penulis:
Amiruddin
Alumni Unversitas Hasyim Asy’ari ‘23

 

 

Editor : Achmad RW
#Berkah #Alquran #Ramadan #Puasa