Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rasulullah Pernah Berdoa Meminta Hidup Miskin Kepada Allah, Ini Tafsir dan Penjelasannya

Achmad RW • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:56 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

Rasulullah Muhammad SAW pernah berdoa meminta hidup miskin.

’’Allahumm ahyini miskina, wa amitni miskina, wa ukhsyurni fi zumrah al-masakin.’’ Ya Tuhan, beri kami hidup miskin, wafatkanlah kami dalam kemiskinan dan giring kami di akhirat nanti bersama orang-orang miskin.

Tetapi, kenyataannya Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin teladan yang kaya raya dan itu tertera pada surah al-Dluha: 8.

Bagaimana bisa disebut miskin, beliau pernah berqurban seratus ekor unta. Jika satu ekor unta seharga 30 juta, berarti beliau berqurban senilai tiga miliar rupiah.

Wong Jombang sini, siapa yang pernah berqurban segitu..?

Sungguh kaya raya, tetapi kekayaannya habis dipakai untuk agama, termasuk menyantuni orang miskin dan membeli budak untuk dimerdekakan.

Beliau punya sembilan istri yang cakep-cakep dan semuanya mendapat uang belanja yang cukup.

Bilal ibn Rabah ditugasi khusus mengurusi belanja tersebut. Lalu, maksud doa beliau itu apa..?

Pertama, kata miskin itu serumpunan dengan kata SaKaNa, berbentuk mubalaghah yang artinya tenang.

Dengan doa ini, maka yang diharap beliau adalah kehidupan dunia yang tenang. Seperti orang miskin yang tidak pernah khawatir apa-apa.

Rumah tidak dikunci-pun tenang. Sebab, apa yang mesti dicuri..?

Dengan jiwa yang tenang, maka ibadah juga bisa tenang. Begitu pula ketika kelak berada di kuburan, di alam akhirat, bisa santai dan tenang.

Kelak di surga nanti bisa bersama dengan orang-orang yang berhati damai dan tenang.

Ya, sebab hanya penghuni surga saja yang merasa nikmat dan tenang.

Kedua, hidup seperti gaya hidup orang miskin yang tidak punya beban apa-apa, karena tidak punya apa-apa.

Semua sudah didistribusikan untuk akhirat, dititipkan kepada Tuhan. Begitu juga di akhirat nanti, karena tidak punya beban, maka sangat ringan dan santai.

Hanya amal baik saja yang memandunya menuju surga. Maka, kata miskin dalam doa Rasulullah SAW ini adalah bahasa metaforik, bahasa kiasan yang bermakna dalam sekali.

Hidup ’’seperti’’ gaya hidup orang miskin, orang santai, orang tenang itu seperti kita sedang bepergian jauh, naik pesawat terbang.

Meskipun barang bawaan banyak, tetapi tidak membebani, karena kita bagasikan. Tinggal membawa resi saja.

Begitu pula untuk ke akhirat nanti. Sejak awal, surga sudah kita booking duluan, sudah kita pesan kelasnya dan sudah kita bayar, sudah kita transer via bank akhirat.

Tinggal masuk saja dan menimati. Berbeda dengan orang kikir dan bodoh.

Semua barang dibawa sendiri dan itu sangat menyengsarakan. Sementara hotel belum dibooking.

(bersambung, in sya’ Allah)

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #Berdoa #miskin #hidup #rasulullah #Meminta