Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Partisipasi LSM terhadap BKM dalam Pemberdayaan Masyarakat

Achmad RW • Senin, 30 Desember 2024 | 17:35 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Partisipasi yang melibatkan kontribusi pemikiran, tenaga, keahlian, dan fasilitas dalam pembangunan dibagi menjadi dua jenis: langsung dan tidak langsung.

Program Studi Sosiologi mempelajari masyarakat, interaksi sosial, struktur, perubahan sosial, dan faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Masyarakat adalah kelompok individu yang hidup bersama dan mengikuti norma bersama.

Lembaga BKM Tlogomas berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi kemiskinan, mendorong kesetaraan gender, dan menyediakan pendidikan gratis.

Kegiatan lembaga ini mencakup bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, seperti pinjaman modal, pelatihan kewirausahaan, santunan, beasiswa, serta pembangunan sarana dasar.

Sosiologi organisasi mempelajari struktur, dinamika, dan interaksi dalam organisasi, serta dampaknya terhadap individu dan kelompok.

Organisasi terbagi menjadi formal, informal, dan LSM. LSM adalah organisasi non-pemerintah yang bertujuan memperjuangkan kepentingan sosial tanpa tujuan komersial dan berkembang dalam empat generasi.

BKM Tlogomas adalah LSM yang berfokus pada pengelolaan potensi masyarakat, peningkatan partisipasi pembangunan, dan kesejahteraan sosial.

Dengan tujuan penanggulangan kemiskinan perkotaan secara berkelanjutan, menerapkan prinsip kejujuran, gotong royong, transparansi, akuntabilitas, demokrasi, dan persamaan gender.

Masyarakat di Tlogomas aktif terlibat dalam badan keswadayaan masyarakat (BKM) untuk merencanakan program yang mencakup kebutuhan lokal, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, serta terlibat dalam pelaksanaan program.

Dalam perkembangan LSM, ada empat tahapan generasi: Generasi Pendiri (fase awal dengan fokus pada visi dan penggalangan dana), Generasi Pengelola (struktur manajerial terorganisir setelah 5-10 tahun), Generasi Penerus (peralihan kepemimpinan untuk kelangsungan organisasi setelah 15-20 tahun), dan Generasi Transformasi (adaptasi terhadap perubahan besar setelah 20-25 tahun).

Badan Keswadayaan Masyarakat Tlogomas telah melewati empat generasi selama 24 tahun. Dimulai dengan Generasi Pendiri (tahun 1-5), yang fokus pada pembentukan BKM dan pemberdayaan masyarakat.

Generasi Pengelola (tahun 5-10) menekankan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, dengan peningkatan keterlibatan masyarakat.

Pada Generasi Penerus (tahun 10-20), masyarakat semakin aktif dalam pelaksanaan program, termasuk gotong-royong dan pengelolaan dana.

Generasi Transformasi (tahun 20-sekarang) melihat masyarakat berperan dalam inovasi dan adaptasi program melalui teknologi untuk pengembangan daerah.

Hubungan antara partisipasi masyarakat dalam program BKM dan teori pemberdayaan Paulo Freire terletak pada pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam perubahan sosial.

BKM memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Paulo Freire, dalam karyanya Pedagogy of the Oppressed, mengembangkan konsep pendidikan yang bertujuan membebaskan individu melalui kesadaran kritis terhadap ketimpangan sosial.

Pendekatan ini sejalan dengan teori sosial modern yang menekankan perubahan sosial dan pemberdayaan melalui pendidikan, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan perubahan sosial yang signifikan.

Pendekatan Freire menekankan pembelajaran melalui dialog dua arah antara fasilitator dan masyarakat, di mana masyarakat aktif berdiskusi, merumuskan solusi, serta terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sosial.

Kesadaran Kritis (Conscientization) menurut Freire mengajarkan masyarakat untuk memahami kondisi sosial, ekonomi, dan politik mereka, sehingga dalam konteks BKM, partisipasi masyarakat melibatkan identifikasi, analisis masalah sosial, dan merumuskan solusi berdasarkan pemahaman yang lebih dalam tentang penyebab masalah tersebut.

Pembebasan melalui pendidikan menurut Freire bertujuan membebaskan individu dari penindasan, dengan partisipasi masyarakat dalam sosialisasi BKM sebagai langkah menuju pembebasan sosial dan ekonomi.

Ini memberikan akses informasi, keterampilan, dan jaringan yang memperkuat kemampuan untuk mengubah kondisi sosial.

Freire juga berpendapat bahwa perubahan sejati hanya tercapai jika masyarakat diberdayakan sebagai subjek perubahan.

Baca Juga: Dari Laboratorium ke Pangkuan Kehidupan, Sains Berkolaborasi dalam Satu Impian

Dalam konteks BKM, ini berarti masyarakat harus aktif terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Partisipasi masyarakat dalam BKM Tlogomas mengacu pada teori Paulo Freire, yang fokus pada pemberdayaan, kesadaran kritis, dan pembebasan sosial.

Masyarakat aktif terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, mendorong pemberdayaan sosial berkelanjutan dan menjadikan masyarakat sebagai subjek perubahan dalam hidup mereka. (*)

Penulis:
Almer Rakha Widyadhana
Mahasiswa Prodi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

Editor : Achmad RW
#masyarakat #Pemberdayaan #lsm #BKM #Tlogomas