Bangsa Indonesia memiliki visi ’’Indonesia Emas 2045” yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.
Visi ini bertumpu pada empat pilar utama. Yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta penguatan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.
Pendidikan abad 21 dan penguatan literasi pada generasi muda menjadi kunci sukses dalam mewujudkan misi tersebut.
Pendidikan abad 21 tidak hanya mengutamakan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan abad 21 yang meliputi 4C.
Yaitu critical thingking, creativity, communication, dan teknologi. Selain itu, penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi secara luas dan mendalam.
Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi aspek penting yang harus dikembangkan.
Ini mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan berinovasi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
Generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan terkait perkembangan teknologi.
Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
UNESCO menetapkan empat pilar pendidikan yang harus menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan di seluruh dunia.
Pertama, Learning to Know, pilar ini berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan keterampilan kognitif.
Generasi muda diharapkan mampu menguasai pengetahuan yang luas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Kedua, Learning to Do, pilar ini menekankan pada penguasaan keterampilan praktis dan kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja yang dinamis.
Pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah menjadi metode yang efektif untuk mengasah keterampilan.
Ketiga, Learning to Be, pilar ini bertujuan untuk membentuk kepribadian, karakter, dan jati diri yang kuat pada generasi muda, dan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan aspek emosional, spiritual, dan sosial.
Keempat, Learning to Live Together, pilar ini mengajarkan pentingnya hidup dalam harmoni dan menghargai keberagaman.
Dengan mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan toleransi, generasi muda akan mampu hidup berdampingan dengan orang lain dalam masyarakat yang multikultural.
Peran literasi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung).
Tetapi juga mencakup literasi digital, literasi keuangan, literasi sains, literasi budaya dan literasi kewargaan.
Literasi yang luas ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, adaptif dan inovatif.
Pertanyaan besar yang harus dijawab adalah ’’Siapkah kita, hai para generasi muda, menghadapi tantangan pendidikan abad 21 dan memperkuat literasi menuju Indonesia Emas 2045?”
Jawabannya ada pada upaya kita bersama, baik individu, keluarga, sekolah dan pemerintah.
Generasi muda harus memiliki kesadaran akan pentingnya belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
Dengan bersikap proaktif mereka dapat memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran, baik formal maupun non-formal.
Keluarga berperan sebagai proses mengenalkan pendidikan karakter bertanggungjawab dalam menanamkan literasi sejak dini, dan orang tua berperan dalam membimbing anak-anak agar memiliki keterampilan literasi dan menguasai perkembangan teknologi.
Sekolah berperan sebagai lembaga pendidikan dengan mengimplementasikan kurikulum dan model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah dan berkolaborasi dengan dunia industri yang relevan dengan kebutuhan abad 21.
Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung penguatan literasi dan pendidikan abad 21 dengan cara menyediakan pendidikan yang berkualitas, penguatan infrastruktur, serta pemerataan pendidikan bagi masyarakat
Pendidikan abad 21 dan penguatan literasi adalah modal utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Generasi muda harus siap menghadapi tantangan dan perubahan global dengan menguasai keterampilan abad 21 dan menguatkan literasi secara komprehensif.
Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi elemen penting yang harus dikuasai agar generasi muda mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi inovatif.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari individu, keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukanlah sekedar mimpi, melainkan sebuah visi yang dapat diwujudkan.
Untuk itu marilah kita bersama-sama, terutama generasi muda calon pemimpin bangsa bersiap dan bergerak menuju Indonesia maju dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045!
Penulis:
Dwi Nuriana
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya
Editor : Achmad RW