Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kepemimpinan Rasulullah Sebagai Komuditas  Utama Dalam Lembaga Pendidikan

Achmad RW • Sabtu, 21 September 2024 | 17:35 WIB

Fitriah Makkawi SPdI, Mahasiswi Pasca Unipdu Peterongan dan Guru MIN 1 Jombang   
Fitriah Makkawi SPdI, Mahasiswi Pasca Unipdu Peterongan dan Guru MIN 1 Jombang  
Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam 1445 H / 2024 M  dilaksanakan di seluruh penjuru dunia dengan berbagai macam cara.

Inti peringatan maulid yakni meneladani Rasulullah. Mencontoh akhlak orang nomor satu di dunia ini dalam kehidupan sehari- hari.

Utamanya  yang berhubungan erat dengan generasi bangsa  kita kedepannya.

Kepemimpinan Rasulullah SAW adalah salah satu contoh terbaik yang bisa diterapkan dalam pengelolaan dan manajemen lembaga pendidikan, khususnya yang berbasis Islam.

Sifat-sifat beliau seperti keadilan, kebijaksanaan, kasih sayang, serta keteguhan dalam prinsip-prinsip kebenaran menjadikan beliau teladan yang sempurna.

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dapat menjadi komoditas utama yang membentuk karakter peserta didik, guru, dan seluruh ekosistem lembaga pendidikan.

Sifat amanah (tanggung jawab) yang Rasulullah terapkan dengan memegang teguh amanah yang diemban.

Dalam pendidikan, amanah ini bisa diterjemahkan sebagai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan yang bermutu dan bernilai.

Bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tapi juga pengembangan karakter peserta didik.

Pemimpin lembaga pendidikan yang meneladani sifat amanah Rasulullah akan memastikan bahwa seluruh proses pendidikan berjalan transparan dan bertanggung jawab.

Kepemimpinannya berbasis akhlak yakni memimpin dengan akhlak yang mulia, menghargai sesama, bersikap adil, dan penuh kasih sayang.

Lembaga pendidikan yang menekankan akhlak sebagai landasan utama dalam mendidik akan menghasilkan peserta didik yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia.

Baca Juga: Inovasi dalam Rencana Aksi Perubahan Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi

Kepemimpinan berbasis akhlak ini juga menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif di antara guru, siswa, dan orang tua.

Kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Rasulullah dikenal bijaksana dalam mengambil keputusan, selalu mendengarkan berbagai pandangan sebelum memutuskan sesuatu.

Dalam pendidikan, kepemimpinan yang bijaksana akan mendorong adanya partisipasi semua pihak, termasuk siswa, guru, dan orang tua, dalam menentukan arah kebijakan sekolah.

Ini akan menciptakan lembaga pendidikan yang lebih demokratis dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Ketabahannya dalam menghadapi  tantangan dan cobaan dalam berdakwah dan memimpin umat.

Ketabahan beliau sangat menjadi inspirasi bagi semua lembaga pendidikan dalam menghadapi dinamika dan perubahan zaman.

Keteguhan dalam  nilai dan prinsip dapat membantu menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan.

Seperti perkembangan teknologi, globalisasi, hingga perubahan kurikulum  pada pendidikan di era modern seperti sekrang ini, hal ini dapat membantu lembaga pendidikan untuk tetap berpegang pada visi jangka panjangnya.

Pemberdayaan dan kolaborasi selalu dilakukan Rasulullah dalam memimpin. Memberdayakan orang di sekelilingnya dan memimpin dengan kolaborasi, bukan dengan otoritarianisme dengan diktatornya.

Dalam konteks pendidikan, pemberdayaan guru, staf, dan siswa akan menjadi jalan dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas lembaga. Kepemimpinan yang mendorong kolaborasi juga akan menciptakan budaya belajar yang terbuka dan mendukung inovasi.

Kepemimpinan Rasulullah SAW adalah model kepemimpinan yang harus menjadi komoditas utama di lembaga pendidikan, khususnya lembaga Islam.

Peringatan maulid nabi saat ini harus menjadi pemicu dalam rangka berbenah, membina karakter bangsa dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah.

Baca Juga: Mengenal Sistem Informasi Pengelolaan Aset dan Persediaan di Rumah Sakit

Lembaga pendidikan tidak hanya akan mampu mencetak generasi yang berilmu pengetahuan, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan, dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

Implementasi kepemimpinan Rasulullah sebagai komoditas utama ini akan membawa dampak jangka panjang yang signifikan, baik bagi kualitas pendidikan maupun bagi pembangunan karakter peserta didik. Wallahua’lam bissowab. (*)

 

Oleh:
Fitriah Makkawi SPdI
Mahasiswi Pasca Unipdu Peterongan
Guru MIN 1 Jombang

 

Editor : Achmad RW
#lembaga #Maulid Nabi #komoditas #rasulullah #pendidikan