Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Inilah Kesalahan Pemaknaan Idul Adha dan Penjelasannya Sesuai Tafsir

Achmad RW • Jumat, 19 Juli 2024 | 13:32 WIB

 

Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

’’Wa inhar..’’ Nahr, artinya leher. Terma ’’nahr’’ ini, dalam trsadisi Arab berkonotasi makna yang berobyek pada leher.

Umumnya bersifat menjahati, seperti menyembelih, mencekik dan lain-lain.

Bunuh diri, bahasa Arabnya ’’intahara, muntahir.’’ Karena, pada umumnya si pelaku menjerat lehernya sendiri hingga mati.

Nahr, Adha, bermakna sama. Id al-adha disebut pula Id al-nahr atau ‘Id al-qurban.

Tapi, kurban bermakna dekat, sangat dekat. Sebuah makna sisi aksiologik, faedah atau hikmah.

Jadi, mempersembahkan sembelihan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pada hari itu, manusia berpesta besar, makan-makan bergizi dengan protein hewani. Waktunya panjang hingga empat hari.

Tanggal 10 Dzulhijjah disebut yaum Id al-Adha, al-Nahr, sedangkan tanggal 11,12 dan 13 disebut hari ayyam al-tasyriq.

Dulu, dengan cara dijemur (tasyriq), sekarang dimasukkan ke lemari pendingin.

Untuk itu, janganlah menterjemah kata ’’Id’’ dengan ’’kembali’’ seperti yang sering kita saksikan di televisi dan beberapa penceramah.

Id al-Fitr dimaknani ’’kembali ke fitrah, kesucian.’’ Malah dua kali kesalahan.

Yang betul, ’’Id’’, artinya pesta. ’’Fitr’’ artinya sarapan pagi. ’’Kembali’’ bahasa Arabnya ’aud, ‘ada - ya’udu - ‘auda.

Kata ’’id’’ disebut sekali di dalam Alquran. ’’..Takun lana ‘ida li awwalina wa akhirina” (al-ma’idah:114).

Ketika kaum Hawariyun menuntut agar nabi Isa ibn Maryam alaihissalam meminta Tuhan menurunkan porsi makanan dari langit untuk

dijadikan pesta (‘ida..). ’’Fitr’’ artinya makan pagi, sementara ’’fitrah’’ artinya kesucian.

Id al-Fitr, artinya pesta makan pagi. Beda dengan penggandengannya dengan kata zakat.

Jika anda menyebut zakat al-fitr, maka artinya subsidi bagi orang-orang miskin agar pada tanggal satu Syawwal mereka bisa sarapan pagi bersama.

Hal itu mengingat sebulan penuh tidak sarapan pagi karena puasa Ramadan.

Makanya, zakat al-fitr ditunaikan paling akhir sebelum salat id dimulai.

Ya, agar kaum miskin ayem sudah punya persediaan untuk makan pagi.

Lepas dari itu tidak dihitung zakat, melainkan sedekah biasa. Yang teledor pada masalah ini berdosa.

Jika anda menyebutnya dengan zakat al-fitrah, maka maknanya, subsidi atau zakat tersebut berhikmah sebagai pensuci jiwa.

Agar jiwa seorang muslim bersih dari dosa, bersih dari sifat kikir dan segala sifat buruk yang dibenci Tuhan.

Baca Juga: Tafsir dan Keutamaan Kautsar yang Diturunkan Allah Pada Nabi Muhammad

‘Id al-Fitr itu kayak subsidi makanan dasar, ibarat nasinya. Sedangkan Id al-Adha itukayak subsidi protein, ibarat  lauknya.

Lha kalau Id diartikan ’’kembali’’ lalu Id al-Nahr, atau Id al-Adha diartikan apa..?

Mosok, kembali sembelih-sembelihan, gorok-gorokan..?

 (bersambung, in sya’ Allah).

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #idul adha #Pemaknaan