Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Idul Adha: Meningkatkan Kesadaran dan Kesejahteraan dengan Berkurban

Achmad RW • Sabtu, 15 Juni 2024 | 14:07 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Idul Adha jatuh pada 10 Dzhulhijjah sebagai hari perayaan penting dalam Islam.

Perayaan ini memperingati kisah Nabi Ibrahim AS dalam Alquran yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Ismail.

Ini merupakan ujian utama dalam hidup Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim menerima perintah Allah SWT untuk mengorbankan putra kesayangannya melalui mimpi yang terus menerus.

Selama masa persiapan, setan menggoda Ibrahim dan keluarganya dengan mencoba mencegah mereka mengikuti perintah Allah SWT.

Nabi Ibrahim mengusir setan dengan melemparkan kerikil ke arahnya.

Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam ritual ibadah haji dalam lontar jumrah.

Ketika melakukan penyembelihan, pisau Nabi Ibrahim tidak dapat melukai Ismail.

Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor hewan sembelihan.

Umat muslim di seluruh dunia melakukan beberapa ibadah pada hari perayaan Idul Adha.

Salah satunya penyembelihan hewan kurban seperti unta, sapi, domba atau kambing.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan termasuk fakir miskin, yatim piatu, dan kaum duafa.

Kebijaksanaan dalam kurban mencakup aspek transparansi dan akuntabilitas.

Dengan menyediakan laporan yang jelas dan terbuka tentang penggunaan daging kurban.

Memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar mencapai tujuan yang dimaksudkan dan tidak disalahgunakan.

Pembagian daging kurban untuk kebaikan bersama, dalam program bantuan makanan.

Misalnya dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mencakup makanan jadi maupun makanan yang telah diolah dan diawetkan.

Ini langkah yang penting dan strategis dalam memastikan bahwa manfaat dari kurban dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ibadah ini tidak hanya merupakan kebaikan semata.

Tetapi juga mengandung kesadaran akan pentingnya memperhatikan kehidupan sosial dan kesejahteraan bersama.

Dengan berbagi hewan kurban, kesenjangan sosial dapat diatasi dan masyarakat dapat hidup dengan harmonis yang lebih baik.

Ibadah ini mengingatkan umat muslim akan tanggung jawab mereka untuk berkontribusi dalam memperbaiki kondisi sosial dan memenuhi kebutuhan orang lain.

Guna memperkuat tali persaudaraan dan kesadaran akan kebutuhan sesama.

Jadi, ibadah kurban bukan hanya tentang mengorbankan hewan, namun juga tentang menumbuhkan empati.

Baca Juga: Maraknya Gangster di Kalangan Remaja di Indonesia

Melalui kurban, umat muslim diajak untuk terlibat secara aktif dalam membangun masyarakat yang stabil.

Di mana setiap orang saling mendukung dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bersama.

Dengan mengamalkan ibadah kurban lebih mendalam, umat muslim akan meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan.

 

Penulis:
Hilda Fachriza
Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

 

 

 

Editor : Achmad RW
#hari raya #perayaan #kesadaran #idul adha #kesejahteraan #berkurban #nabi ibrahim