Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pelebaran Jalan di Piket Nol Lumajang Memakan Waktu Lama

Achmad RW • Jumat, 14 Juni 2024 | 14:55 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Jalur selatan Lumajang–Malang sampai saat ini masih diberlakukan buka tutup karena proyek pelebaran jalan di daerah tersebut.

Kondisi jalan di piket nol sendiri licin karena curah hujan yang sangat tinggi.

Piket nol daerah rawan longsor.

Terjadi longsor di kawasan bawah piket nol, sehingga pengendara roda dua dan roda empat dialihkan lewat Curah Kobokan.

Meskipun tidak direkomendasikan oleh pihak kepolisian setempat pada Jumat (7/6) lalu.

Agung Setiawan, salah satu relawan penganggulangan bencana menjelaskan, yang membuat proyek pelebaran jalan di piket nol Lumajang memakan waktu lama.

Hal itu dikarenakan harus mengebor atau menambang lereng gunung.

Selain memakan waktu lama, proses pelebaran jalan juga menghambat perjalanan pengendara roda dua dan roda empat saat akan melakukan aktivitas.

Karena rawan terjadinya longsor, masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif lain untuk beraktivitas.

Kondisi ini yang di nilai sangat membahayakan pengguna jalan saat akan melintasi jalur piket nol kala ada pengerjaan proyek.

’’Jalur Lumajang–Malang hampir setiap hari di berlakukan buka tutup,’’ kata Agung Setiawan.

Buka tutup jalan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Setelah itu kembali normal seperti biasa. Pelebaran jalan di daerah piket nol sangat diperlukan sebab jalan tersebut merupakan jalan nasional.

Kondisi daerah tersebut pegunungan yang memiliki jurang sangat terjal dan medan jalan yang menikung tajam.

Meskipun daerah piket nol sangat sepi, jauh dari permukiman penduduk, banyak orang lebih memilih jalur selatan ini.

Karena jarak tempuh ke daerah lain lebih cepat. Seperti dari Lumajang kota ke Pronojiwo atau Tempursari.

Jika ditempuh lewat jalur piket nol, kurang lebih  memakan waktu dua sampai tiga jam.

Sedangkan jika ditempuh dari jalur Pasuruan atau Ranu Pani memakan waktu lebih dari tiga jam.

Jika nantinya dapat terselesaikan, proyek pelebaran jalan ini, para pengguna jalan pastinya lebih memilih lewat jalur piket nol.

Lebih minim waktu dan jalan sudah lebar. (*)

 

Penulis:
Lustania Septi Anjani
Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

Editor : Achmad RW
#Piket Nol #jalan #Jalur #lumajang