Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kontribusi Petugas Radiasi Terhadap Keselamatan dan Efektivitas Pelayanan Kesehatan

Achmad RW • Minggu, 9 Juni 2024 | 14:38 WIB

 

Photo
Photo

Petugas Proteksi Radiasi (PPR) termasuk salah satu orang yang berperan penting dalam pemanfaatan sumber radiasi pengion.

PPR juga bertanggung jawab atas pelaksanaan persyaratan keselamatan radiasi di fasilitas atau instalasi.

Sebagai seorang petugas radiasi harus memahami manfaat dari radiasi yang diterima dan risikonya.

Pemanfaatan dari radiasi yaitu sebagai tahap perawatan pasien, termasuk mendeteksi penyakit, diagnosis, dan pengobatan.

Untuk risikonya tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis radiasi, dosis paparan, dan durasi paparan.

Sesorang yang terpapar radiasi berlebihan dan jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh, serta meningkatkan risiko kanker.

Ada dua jenis radiasi, yaitu radiasi pengion adalah radiasi yang dapat melepaskan elektron dari, atau mengionisasi, atom lain saat melewati materi.

Contohnya sinar-X, gamma, alfa, beta dan neutron. Radiasi pengion dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan medis.

Tetapi juga harus berhati-hati untuk menghindari risiko.

Radiasi nonpengion adalah jenis radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi.

Contohnya sinar inframerah, sinar ultraviolet.

Radiasi nonpengion ini umumnya dianggap tidak berbahaya, berbeda dengan radiasi pengion yang memiliki risiko lebih besar.

Tetapi juga memiliki risiko apabila terpapar dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu yang lama.

Petugas kesehatan yang bekerja di area radiasi harus berhati-hati, supaya tidak menerima risiko yang tidak diinginkan.

Adapun tugas yang bisa dilakukan oleh petugas proteksi radiasi yaitu, melakukan pemantauan rutin tingkat radiasi yang diterima pada area kerja.

Juga menggunakan alat ukur radiasi seperti, dosimeter, surveymeter dan detektor radiasi dengan baik dan benar.

Menerapkan prosedur operasional standar (SOP) dalam penggunaan dan penanganan bahan radioaktif.

Serta memastikan bahwa izin operasi sesuai dengan peraturan dan standar yang ditetapkan oleh badan pengawas seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Adapun dampak yang bisa terjadi kepada para pekerja radiasi yaitu, terjadinya efek deterministik, disebabkan oleh kerusakan sel yang parah.

Individu yang mengalami efek dari kematian sel ini terjadi ketika jumlahnya cukup besar sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau organ.

Contohnya, terjadi kemerahan kulit yang disebut eritema. Selanjutnya ada efek stokastik, yaitu efek probabilistik yang terjadi secara kebetulan.

Efek ini terjadi dalam selang waktu yang tidak dapat ditentukan. Contohnya adalah kanker dan perubahan yang diwariskan atau genetik.

Sebagai seorang petugas radiasi tidak perlu khawatir akan terjadinya risiko yang dapat terjadi.

Baca Juga: Pentingnya Melibatkan Peran PPR dalam Instalasi, Juga Memberikan Stigma Berbeda pada Masyarakat Awam

Karena risikonya dapat dikelola dan diminimalkan dengan baik melalui tindakan proteksi yang tepat.

Hal ini memungkinkan para petugas radiasi dapat bekerja dengan tenang dan fokus pada tugas-tugasnya dan dapat memastikan keselamatan, kesehatan pasien serta lingkungan kerja.

Penulis:
Esa Arifa 
Mahasiswa DIV Teknologi Radiologi Pencitraan
Fakultas Vokasi UNAIR

Dosen pengampu:
Amilia Kartika Sari, S.Tr.Kes., M.T

 

 

Editor : Achmad RW
#pelayanan kesehatan #PPR #Radiologi #keselamatan #Petugas Proteksi Radiasi