Terlebih di 10 hari pertama, Allah SWT akan menurunkan rahmatNya.
Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, sedangkan akhirnya terbebas dari neraka. (HR. Al-Baihaqi)
Di 10 hari pertama, pintu rahmat Allah dibuka seluas-luasnya bagi umat manusia. Karenanya sangat tepat di moment istimewa ini kita meningkatkan amal ibadah.
Seperti memperbanyak tadarus, salat sunah, bersedekah, dan berzikir. Karena setial amal akan dilipatgandakan pahalanya.
Selain memperbanyak amal ibadah, 10 hari pertama ini moment yang tepat untuk bertobat.
Karena pada bulan Ramadan Allah SWT membuka pintu ampunan bagi para pendosa. Diakui atau tidak, manusia berpotensi bermaksiat dan melakukan dosa.
Tidak ada manusia yang terlepas dari dosa sebagaimana disabdakan Rasulullah Muhammad SAW; Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat. (HR Tirmidzi).
Kita hidup sehari, dalam 24 jam sudah banyak nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Tapi tidak pernah kita berpikir semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, sudahkah kita pergunakan untuk kebaikan atau bahkan sebaliknya kita buat untuk bermaksiat.
Padahal setiap apa yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Karenanya, bulan yang penuh ampunan ini, kesempatan kita untuk bertobat.
Baca Juga: Megengan, Antara Tradisi dan Religi
Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Muhammad SAW:
’’Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hanya Rahmat Allah SWT yang bisa menolong manusia kelak di akhirat. Dan rahmat Allah lebih besar dari murkaNya.
Sebesar apapun dosa manusia akan diampuni oleh Allah kecuali syirik.
Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita untuk menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. amin... (*)
Penulis:
Ipung Kurniawan SPdI,
Guru PAI SMKN Kudu
Editor : Achmad RW