Oleh karenanya, dari sudut pandang pendidikan bermain dibutuhkan alat permainan yang dapat mendidik anak.
Dan alat permainan yang mendidik adalah alat permainan edukatif atau yang disingkat dengan (APE).
Tantangan bagi kami selaku pendidik di taman kanak-kanak adalah kurang terampilnya anak-anak dalam menggunakan APE.
Selain itu, penggunaan media papan flannel yang dilengkapi dengan banner perintah dan gambar terkadang kurang bisa digunakan sendiri oleh peserta didik.
Jika ada peserta didik yang belum mampu memahami perintah yang disampaikan yang ditulis pada banner.
Karena pada banner sudah tersedia enam macam pilihan perintah yang akan digunakan untuk membuat pola di papan flannel.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah disusun pada RPP.
Maka saya akan melakukan beberapa hal agar mampu meningkatkan pemahaman anak pada materi penyusunan pola ABC-ABC pada kelompok TK-B di TK Al-Hikmah di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang antara lain:
1. Menyusun RPP yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik.
Yaitu pembelajaran berdeferensiasi yang dapat dilakukan pada Kurikulum Merdeka.
Sehingga dapat memaksimalkan kemampuan anak dengan tiga capaian perkembangan yaitu nilai agama dan budi pekerti, Jati diri, dasar-dasar literasi dan STEAM.
2. Menggunakan ice breaking
Dalam mengelola kelas yang bermanfaat, menciptakan ide kreatif baru, melatih anak mampu berinteraksi dan berkerja sama dalam kelompok sangat penting.
Hal itu membentuk karakter agar berpikir kritis dalam pemecahan masalah, meningkatkan rasa percaya diri.
Juga menumbuhkan karakter kepemimpinan dan melatih anak untuk membentuk strategi belajar dan konsentrasi.
3. Menyiapkan peserta didik untuk menggunakan media papan flannel.
Hal itu dilakukan dengan cara membantu membacakan perintah bagi anak-anak kelompok TK-B yang notabenenya belum mampu membaca dengan lancar.
Perintah pada banner dapat dibacakan oleh guru maupun teman sebayanya.
4. Memberikan model atau contoh dalam menggunakan media papan flannel.
Hal ini dilakukan agar anak dapat melakukan tugas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Karena usia taman kanak-kanak sejatinya mereka belajar secara konkret dengan media langsung dan contoh bukan melalui kata-kata saja.
5. Menyiapkan densitas lain
Hal ini dilakukan untuk mengukur kemampuan anak tentang tujuan pembelajaran memahami pola ABC-ABC.
6. Menyiapkan beberapa rencana penilaian
Penilaian, dilakukan dalam satu tujuan pembelajaran memahami pola ABC-ABC dan rubrik penilaian yang mampu mengukur pemahaman peserta didik.
Pada kegiatan refleksi, dapat diambil kesimpulan bahwa, dengan menggunakan media papan flannel dapat meningkatkan pemahaman peserta didik.
Utamanya tentang materi memahami pola ABC-ABC pada kelompok TK-B di TK Al-Hikmah Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Pembelajaran dengan menggunakan ice breaking dapat menghidupkan suasana di kelas, meningkatkan kreatifitas peserta didik.
Kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.
Rencana penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan anak dalam memahami pola ABC-ABC adalah ceklis, hasil karya, catatan anekdot. (*)
Penulis:
Tita Aniqowardani, S.Pd