Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Baca Alquran Sebagai Sarapan Rohani Siswa

Achmad RW • Rabu, 7 Februari 2024 | 14:50 WIB

Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
 

Alquran diturunkan oleh Allah SWT untuk memberikan pedoman hidup dan petunjuk bagi seluruh manusia.

Agar mereka bisa mengetahui dan dapat membedakan perkara yang baik dan buruk. Allah SWT memberikan pahala 10 kebaikan dari setiap huruf Alquran yang dibaca.

Tadarus Alquran atau kegiatan membaca Alquran merupakan salah satu bentuk peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan yang berimplikasi pada sikap dan perilaku positif.

Karakter tersebut sangat perlu untuk dibina sejak dini. Salah satunya melalui lembaga pendidikan.

Karakter menjadi hal penting dalam kehidupan seseorang. Karakter menjadi salah satu penentu kesuksesan seseorang.

Oleh karena itu, karakter yang kuat dan positif perlu dibentuk dengan baik.

MTsN 9 Jombang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang selalu melakukan inovasi berbagai hal dalam budaya pembentukan karakter siswa.

Selalu berupaya memberikan program terbaik untuk menghasilkan siswa dengan karakter yang baik.

Di antara salah satu program madrasah adalah kegiatan pembiasaan tilawah Alquran setiap selesai salat Duha dan salat Duhur.

Pembiasaan tilawah Alquran ini sudah berlangsung selama tujuh bulan. Hingga saat ini tercapai 16 juz.

Siswa-siswi MTsN 9 Jombang melaksanakan kegiatan literasi membaca Alquran secara bersama-sama.

Diikuti seluruh peserta didik mulai dari kelas tujuh (VII) sampai kelas sembilan (IX).

Salat Duha dilaksanakan di masjid madrasah dan halaman. Ini karena siswa yang begitu banyak, sehingga tidak mencukupi salat di dalam masjid semua.

Salat Duha berjamaah dipimpin salah satu guru yang terjadwal untuk menjadi imam salat. Kemudian membaca zikir dan doa secukupnya.

Setelah doa selesai, peserta didik mengambil Alquran yang diletakkan di bangku-bangku pinggir tempat salat.

Kemudian tadarus Alquran sebanyak dua halaman yang dipimpin oleh dua orang. Baik dari siswa maupun siswi secara bergiliran. Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Dua orang siswa yang memimpin tadarus Alquran adalah siswa-siswi yang sudah mahir dan fasih dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran yang telah dibina secara khusus.

Dengan menggunakan pengeras suara yang sudah dipersiapkan. Diikuti seluruh peserta didik secara khusyuk menggemakan kalam Allah di halaman madrasah.

Mereka didampingi beberapa guru yang mengikuti salat pada saat itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan kembali setelah salat Duhur dengan rangkaian yang sama sebagaimana yang dilakukan setelah salat Duha.

Sehingga dalam sehari, peserta didik sudah membaca Alquran sebanyak empat halaman.

Kegiatan ini sangat baik karena dibuktikan berbagai riset.

Membaca Alquran sebelum belajar salah satunya bisa meningkatkan daya ingat dan mempertajam konsentrasi orang yang membaca Alquran dalam hal ini peserta didik.

Baca Juga: Peningkatan Pemeriksaan MRI Whole Spine untuk Deteksi Space Occupying Lesion (SOL) di Indonesia: Mengantisipasi Tantangan Kesehatan Penuaan

Dengan program pembiasaan membaca Alquran ini, diharapkan dalam satu tahun minimal peserta didik mampu khatam satu kali.

Sehingga ketika lulus dari madrasah, minimal khatam Alquran sebanyak tiga kali.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Memotivasi peserta didik untuk membiasakan diri tadarus Alquran sesuai dengan kaidah membaca Alquran yang benar.

Dan diharapkan bisa memotivasi peserta didik untuk menumbuhkan karakter islami. (*)

 

Penulis:
Dewi Masrifah SPdI.

Guru PPPK di MTsN 9 Jombang mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Mengajar sejak tahun 2009.
Pernah berkarya dalam dua antologi cerpen dengan judul narasi pahlawan pendidikan dan permata hati.

Editor : Achmad RW
#Alquran #siswa #Jombang #MTsN 9