Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemeriksaan MRI Liver dengan Klinis Kanker Hati

Achmad RW • Sabtu, 23 Desember 2023 | 16:10 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Liver atau hepar merupakan organ vital dengan ukuran besar yang terletak pada rongga abdomen kuadran sebelah kanan atas yang dilindungi oleh rongga thorax dan diafragma.

Hepar berfungsi untuk proses metabolisme tubuh baik untuk menyimpan nutrisi dan vitamin maupun melakukan detoksifikasi terhadap racun dan zat berbahaya lainnya.

Salah satu kondisi patologis yang dapat terjadi pada liver adalah Hepatocellular Carcinoma (HCC) merupakan pertumbuhan sel yang berlangsung secara tidak normal pada bagian hati.

Biasanya ditandai dengan meningkatnya jumlah sel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah diri disertai dengan perubahan sel hati menjadi ganas.

Hepatocellular Carcinoma (HCC) dapat dilakukan salah satunya dengan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI).

MRI liver merupakan pemeriksaan pencitraan medis yang menggunakan kombinasi teknologi medan magnet kuat, gelombang radio, dan komputer untuk melihat detail bagian hati dan organ di sekitarnya.

Pemeriksaan ini sangat berguna untuk menemukan gangguan pada hati dan organ di sekitarnya.

Pada kasus HCC, pencitraan liver menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) memanfaatkan pembobotan T1 weighted dan T2 weighted dengan berbagai sequence.

Untuk pencitraan T1 weighted pre-contrast, digunakan Gradient Echo (GRE), terutama 3D GRE, yang memiliki ketahanan terhadap pergerakan dan waktu akuisisi cepat.

Namun, GRE rentan terhadap artefak chemical shift. Pada fase post-contrast, sequence yang digunakan tetap 3D GRE.

Fase arteri memfokuskan pada vaskularisasi arteri, fase vena penting untuk deteksi dan karakterisasi lesi, dan fase delay menunjukkan peningkatan pada cabang portal dan vena hepatika.

Fase hepato spesifik memberikan hiperintensitas pada parenkim hati dan ekskresi media kontras melalui empedu.

Pada T2 weighted, teknik spin echo, khususnya Fast Spin Echo (FSE), digunakan untuk mencapai kontras dan resolusi gambar yang optimal.

Single Shot Fast Spin Echo digunakan untuk akuisisi cepat, namun dapat mengalami penurunan kontras dan visualisasi lesi.

Short-tau Inversion Recovery (STIR) digunakan untuk penekanan lemak dalam kondisi ketidakhomogenan.

Diffusion Weighted Imaging (DWI) digunakan untuk mendeteksi dan mengkarakterisasi lesi dengan sensitivitas tinggi, dengan nilai Apparent Diffusion Coefficient (ADC) digunakan untuk menilai tingkat kepadatan sel tumor.

Dengan begitu, perbedaan penggunaan sequence pada pemeriksaan MRI Liver dengan kasus Hepatocellular Carcinoma (HCC) dapat menghasilkan hasil citra yang lebih baik.

Sehingga dapat membantu dan mempercepat diagnosis serta penanganan yang diperlukan selanjutnya secara akurat. (*)

Penulis:
M Damar Ali Bintang Gemilang, Yuliana Sajidah Fatmawati, Notusa Gelar Satria, Lambertus Vicky Putra, Putri Anggita Saraswati, Ufairah Abidah, Sapta Junairi,Gadis Fitria Maharani, Astria Pratiwi, Estetika Andina Raharjo, Anggita Tri Dana Pamungkas, Aqila Adinda Minerva Putrijaya.
Mahasiswa Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan
Universitas Airlangga

Editor : Achmad RW
#liver #kanker #mri #hati