Mengikuti tren yang berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan.
Meskipun menggunakan earphone di kehidupan sehari-hari terlihat keren dan mengikuti zaman, tapi penggunaanya yang tidak sesuai anjuran dapat menyebabkan penyakit pada telinga bahkan bisa menyebabkan ketulian.
Penggunaan earphone di atas 60 menit dapat berisiko memicu gangguan pendengaran yang bersifat sementara maupun permanen.
Penggunaan earphone yang lama sama halnya menutup akses udara untuk masuk ke dalam telinga, sehingga dapat menyebabkan penumpukan bakteri di dalam saluran-saluran telinga.
Dr Rakesh Srivastava, presiden Asosiasi Ahli THT India (AOI), mengatakan bahwa saluran telinga membutuhkan udara sama seperti bagian tubuh lainnya, dan menutupnya dalam waktu yang lama akan menyebabkan penumpukan keringat dan infeksi.
Mastoid merupakan bagian anatomi dari tengkorak manusia, yang biasa disebut sebagai processus mastoideus.
Processus mastoideus adalah tonjolan tulang di bagian belakang tengkorak manusia dan di bawah telinga yang memberikan dukungan untuk telinga dan membantu membentuk bagian belakang tengkorak.
Mastoid dapat terkena infeksi akibat penggunaan headphone dalam waktu yang lama karena terdapat rambut-rambut kecil di saluran telinga yang memberikan ruang bagi jamur dan bakteri yang ada di udara untuk berkembang biak.
Jika kita menggunakan saluran tersebut dalam jangka waktu yang lama, infeksi bakteri dan jamur mulai berkembang. Hal ini dapat menyebabkan penyakit mastoiditis.
Mastoiditis adalah peradangan atau inflamasi sel udara mastoid yang umumnya disebabkan oleh beberapa jenis infeksi bakteri.
Seperti Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Moraxella catarrhalis, Haemophilus influenzae, Pseudomonas aeruginosa, dan Mycobacterium species.
Mastoiditis dapat dikategorikan menjadi akut maupun kronis.
Gejala mastoiditis antara lain seperti nyeri dan pembengkakan pada telinga, kemerahan, serta suhu badan yang meningkat.
Sebenarnya mastoiditis tidak hanya disebabkan oleh penggunaan earphone dalam jangka waktu lama.
Penggunaan earphone secara bergantian dan kurang menjaga kebersihan telinga saat mandi atau berenang sehingga air yang tidak steril masuk ke dalam telinga juga diprediksi menjadi beberapa penyebab mastoiditis.
Pemeriksaan penunjang seperti rontgen mastoid, dapat digunakan untuk mengidentifikasi perubahan pada tulang mastoid.
Pemeriksaan Radiografi X-ray yang dapat dilakukan untuk kasus mastoiditis ini dapat dengan dua proyeksi yang biasanya dikenal dengan sebutan Towne dan Schuller dalam istilah radiologi.
Kedua proyeksi tersebut memiliki fungsi masing-masing agar dapat melihat kelainan yang ada di daerah mastoid. (*)
Penulis:
Nanda Rizki NurKholifah, Atikah Salsabilla I, Sarah Fauziyah Az-zahra, Hanna Thahirah Sausan, Ica Afif Asyifa Putri, Habib Ludfi, Baskoro Mughsith Nusantara, Thresya Christina S.
Kelompok 8 (Mastoid)_Radiografi Teori
Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi
Universitas Airlangga
Editor : Achmad RW