Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Memahami Pemeriksaan Radiografi Cervical Fraktur: Pentingnya Proyeksi yang Tepat dalam Penanganan Pasien

Achmad RW • Jumat, 15 Desember 2023 | 15:30 WIB

 

Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Cervical fraktur merupakan cedera serius yang memerlukan penanganan segera, terjadi akibat berbagai kejadian traumatis. Seperti kecelakaan mobil, kecelakaan olahraga, atau kejadian traumatis lainnya.

Cervical fraktur dapat mengakibatkan kerusakan pada sumsum tulang belakang, saraf, dan struktur penting lainnya.

Prosedur pemeriksaan pada cervical vertebrae yakni, pengecekan identitas dan format permintaan foto.

Pasien melepaskan benda logam yang menimbulkan artefak. Ruang pemeriksaan bersih dan bersuhu 18-24 derajat celcius. Menyalakan pesawat sinar-X, alat processing. 

Mempersiapkan image reseptor, alat fiksasi, apron, marker L/R.

Proyeksi AP Axial pasien, supine atau erect dengan MSP lurus terhadap Central Ray, kepala lurus dengan garis margin dari gigi ke basis kepala dan tegak lurus terhadap IR.

Menggunakan kolimasi yaitu 65 kV, 10 mAs, dan FFD sebesar 100 cm.

Pada pemeriksaan lateral posisi pasien erect dengan Mid Coronal Plane tegak lurus pada pertengahan image receptor dan MSP sejajar dengan IR, shoulder ditekan ke bawah agar tidak superimpose.

Menggunakan kolimasi 65 kV, 10 mAs, dan FFD setinggi 100 cm.

Proyeksi oblique pasien supine atau erect. Posisi objek yaitu MSP ada terletak di tengah meja pemeriksaan dan tegak lurus terhadap kaset.

Kepala dan tubuh dirotasikan 45° terhadap bucky stand dan meje pemeriksaan, lalu dagu ke samping agar tidak superposisi dengan vertebrae.

Kolimasi sebesar 65 kV, 10 mAs, dan FFD sebesar 100 cm.

Anatomi yang tampak pada proyeksi AP yaitu discus intervertebralis, body C1- C7, dan Processus spinosus.

Proyeksi lateral yaitu Posterior  arch  (C1),  body  C1- C7, Zygapophyseal joint, processus spinosus, dan intervertebral joint.

Pada proyeksi Oblique terlihat Arcus posterior C1, Foramen intervertebralis, Pedicle, dan Corpus C1- C7.

Proyeksi cervical proyeksi lateral fraktur menunjukkan patahan C2 yang berorientasi vertikal.

Tanda C2 yang mengacu pada peningkatan jarak AP antara margin vertebra C2 jika dibandingkan dengan vertebra C3.

Ada juga fraktur bergeser dari proses spinosus C4. Fraktur / dislokasi diamati pada level C5-C6. (*)

 

Penulis:
Mila Kumalasari, Juan Farikh Rahmada, Amanda Salsabila, Muhammad Nur Habib, Dyah Putri Eka Febrianti, Agustina Dewinta Puteri, Armareta Berliana Kristanti, Naufal Haidar Rasyid 
Mahasiswa Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi,
Universitas Airlangga Surabaya

 

 

 

Editor : Achmad RW
#Pemeriksaan #cervical fraktur #Radiologi