Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Perempuan Lansia dan Risiko Patah Tulang Panggul

Achmad RW • Kamis, 14 Desember 2023 | 15:50 WIB
Citra Radiografi Penderita Fraktur Pelvis
Citra Radiografi Penderita Fraktur Pelvis

Pemeriksaan rontgen pelvis merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan sinar-X yang digunakan untuk menegakkan diagnosa suatu kelainan atau patologi.

Pemeriksaan rontgen pelvis yang rutin dilakukan di rumah sakit menggunakan proyeksi antero-posterior (AP).

Namun, untuk melihat citra pelvis yang lebih optimal di mana dapat memperlihatkan pubis bilateral dan ischium menggunakan teknik pemeriksaan pelvis proyeksi outlet dengan variasi penyudutan arah sinar ke arah cephalad.

Secara umum penyakit atau kelainan yang dijumpai pada pemeriksaan pasien yang dengan riwayat trauma tulang maka jenis patologi sebagai acuan bagi radiografer dalam melakukan pemeriksaan rontgen adalah fraktur, dislokasi, dan ruptur jaringan (jaringan sobek) (Asih Puji Utami dkk, 2018).

Apa itu fraktur pelvis ?

Fraktur pelvis (tulang panggul) merupakan terjadinya trauma, baik dengan energi rendah maupun energi tinggi, serta penyakit osteoporosis.

Faktor risiko fraktur pelvis adalah usia, riwayat penyakit, kanker dengan metastasis ke tulang, dan gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan.

Fraktur pelvis yang disebabkan oleh energi rendah sering terjadi pada kelompok pasien remaja dan lanjut usia. Pada remaja biasanya terjadi akibat cedera olahraga.

Penderita fraktur pelvis dengan keadaan sadar dapat mendeskripsikan tentang apa yang dirasakan, seperti keluhan adanya rasa nyeri pada tulang panggul, terjadi mati rasa, hematuria, dan terjadi pendarahan pada area reproduksi.

Sedangkan ketika pasien fraktur datang dengan keadaan tidak sadarkan diri, dapat melakukan anamnesis AMPLE, yaitu :

  1. Allergies, yaitu ada tidaknya riwayat alergi yang diderita oleh pasien.
  2. Medications, yaitu obat yang sedang dikonsumsi oleh pasien.
  3. Past Illnesses, yaitu adanya riwayat kehamilan atau riwayat penyakit yang sedang diderita oleh pasien.
  4. Last Meal, yaitu jam makan terakhir yang dilakukan oleh pasien.
  5. Events/environment, yaitu kondisi terjadinya trauma.

Pemeriksaan fisik (airway, breathinng, circulation, disability, GCS) dan penilaian palpasi, inspeksi, dan range of motion penting dilakukan agar mengetahui adanya masalah motorik pada ekstremitas bawah.

Jika tidak segera ditangani akan menimbulkan kelumpuhan.

Pada kasus yang kita kutip melalui (alomedika.com) menunjukkan seorang pasien berumur 34 tahun yang mengalami fraktur pelvis yang disebabkan oleh trauma post dari kecelakaan lalu lintas.

Dalam kasus ini, terlihat pada citra nampak adanya kelainan pada citra pelvis pada area symphysis pubis yang terlihat terbelah.

Symphysis pubis merupakan sendi yang berada di tengah-tengah tulang panggul dan menghubungkan kedua tulang panggul.

Selain itu, adanya fraktur di femur pada bagian trochanter mayor yang mengalami keretakan.

Adapun bagian yang mengalami fraktur selanjutnya, yaitu pada bagian sacroiliac joint yang jika dilihat pada contoh gambar terdapat adanya retakan yang terbuka.

Pada contoh kasus kali ini dapat dikatakan bahwa fraktur pelvis tersebut termasuk kedalam unstable pelvic fracture yang jika dilihat dari cirinya yaitu terdapat fraktur pada anterior dan posterior pelvis. (*)

Baca Juga: Kisah Petualangan MRI: Berani Menembus Tulang untuk Menyelamatkan Hari Tua 

Penulis:
Muhammad Surya Adi Winata, Shafaa Rosa Nabiilah Azzahra, Romadhoni Haryo Nugroho, Maulidatus Solihah, Yolla Sholichatul Faradila, Reninda Fradhea Dewi Syafana, Rimbi Bessa Adellia, Shearly Devia Wulandari.

Kelompok 5 (Pelvis) Radiografi Teori, Prodi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi,
Universitas Airlangga

Editor : Achmad RW
#Patah #Rontgen #pelvis #tulang #diagnosa #panggul