FAKTANYA laki-laki sehat tidak menyadari bahwa tubuhnya mungkin tetap ada suatu penyakit.
Terkadang suatu penyakit belum menimbulkan gejala yang berarti sehingga tidak terlalu dirasakan oleh penderitanya seperti kanker.
Perkembangan sel kanker dalam tubuh manusia dapat terjadi di seluruh organ manusia.
Jangan salah, kanker juga dapat menyerang sampai alat kelamin laki-laki.
Kanker yang sering ditemui pada alat kelamin laki-laki tepatnya pada kelenjar prostat adalah kanker prostat.
Usia lanjut, riwayat klinis keluarga, aktivitas fisik, gaya hidup (minuman alkohol, merokok), obesitas, nutrisi yang kurang, diet yang berlebihan, infeksi, dan hormon dapat menjadi faktor penyebab kanker prostat.
Namun sampai saat ini faktor utama yang menyebabkan kanker prostat belum diketahui secara pasti.
Dulu diagnosa kanker prostat dilakukan dengan colok dubur, tes laboratorium PSA, dan USG prostat.
Namun saat ini MRI hadir untuk membantu menegakkan diagnosa kanker prostat.
MRI merupakan salah satu alat radiologi yang tidak berbahaya bagi pasien karena tidak mengandung paparan radiasi.
Kanker prostat memang tidak menunjukkan gejala yang berarti.
Namun jangan salah, gejala yang signifikan terlihat justru ketika sudah berada pada stadium lanjut seperti penyebaran atau metastasis sampai tulang belakang yang dapat dilihat dengan MRI.
Proses pemeriksaan MRI prostat tidak rumit dan menyeramkan seperti yang dibayangkan.
Sebelum pemeriksaan pasien wajib melakukan cek darah laboratorium hal ini karena saat pemeriksaan pasien akan disuntikkan obat.
Apabila hasil laboratorium normal maka dilanjutkan penandatanganan persetujuan pemeriksaan, pasien juga diminta untuk buang air kecil terlebih dahulu.
Kemudian skrining benda logam yang terdapat pada tubuh pasien. Hal ini dilakukan karena MRI rentan terhadap benda magnet dalam tubuh manusia.
Pasien hanya diminta untuk berbaring dan tidak bergerak selama pemeriksaan.
Penyuntikan obat digunakan memberikan pewarnaan agar terlihat kanker prostat dan penyebarannya.
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan protokol khusus yang telah dirancang agar hasil akhir dapat menunjukkan keganasan kanker dengan metode PIRADS V.2.
Metode ini berupa penilaian skor 1-5 yang sangat memudahkan dokter untuk memberikan hasil diagnosa. (*)
Penulis:
Aldila Deselma, Shintya Ayu, Jamadul Azmi, Nassania Karimma
Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan
Universitas Airlangga