Himpunan Mahasiswa (Hima) adalah organisasi mahasiswa tingkat jurusan atau program studi yang memiliki tujuan sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan minat bakat mahasiswa baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Himpunan mahasiswa dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa jurusan di tingkat perguruan tinggi. Kegiatan kemahasiswaan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dan mengembangkan prestasi mahasiswa di bidang akademik.
Kegiatan kemahasiswaan dapat dilakukan melalui suatu organisasi kemahasiswaan yang ada di perguruan tinggi. Pada dasarnya, ormawa di suatu perguruan tinggi diselenggarakan atas dasar prinsip dari oleh dan untuk mahasiswa itu sendiri.
Organisasi tersebut merupakan wahana dan sarana pengembangan mahasiswa ke arah perluasan wawasan peningkatan ilmu dan pengetahuan serta integritas kepribadian mahasiswa. Ormawa juga sebagai wadah pengembangan kegiatan ekstrakulikuler mahahasiswa di perguruan tinggi tinggi yang meliputi pengembangan penalaran, keilmuan, minat, bakat dan kegemaran mahasiswa itu sendiri. Himpunan Pelajar Mahasiswa Tabalong sekarang memiliki ketua umum atau pengurus yaitu Fikri Aprizal yang berasal dari Tabalong.
Sehubungan dengan mata kuliah Sosiologi Organisasi ini, dosen saya yang bernama bapak Dr. Sulismadi, M.Si dengan mengambil pembahasan Himpunan Pelajar Mahasiswa Tabalong.
Fungsi dan kegiatan himpunan mahasiswa banyak sekali. Di antaranya mengembangkan kemampuan mahasiswa. Hima hadir sebagai organisasi yang memberikan wadah atau tempat bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya di berbagai bidang ilmu.
Tidak hanya terbatas pada keilmuan yang dipelajari di jurusan saja. Akan tetapi, juga mengembangkan kemampuan di bidang keilmuan lain, seperti seni, pengetahuan hingga olahraga. Wujud mengembangkan kemampuan mahasiswa yang dilakukan oleh Hima, dapat dilihat dari bentuk kegiatan yang diadakan.
Seperti menyelenggarakan berbagai acara workshop, lomba, pembentukan klub maupun komunitas hingga seminar. Pada kegiatan yang diselenggarakan tersebutlah, mahasiswa dan anggota dari Hima dapat mengembangkan kemampuannya dengan baik. Kedua, menyambungkan mahasiswa dengan pihak-pihak universitas.
Fungsi kedua dari himpunan mahasiswa adalah bertindak sebagai jembatan di antara mahasiswa dengan beberapa pihak perguruan tinggi khususnya pihak kampus yang berkaitan dengan administrasi dari program studi. Sebagai seorang mahasiswa, tentunya Grameds akan menemui momen di mana Grameds harus berurusan secara langsung oleh pihak kampus untuk mengurus masalah akademik hingga finansial, seperti biaya kuliah, mengambil cuti, daftar ulang dan sebagainya.
Talcott Parsons yang merupakan antropolog sosial ini membuat teori Struktur Fungsional. Parsons membuat teori Struktur Fungsional berdasarkan tindakan sosial yang dilakukan oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Parsons dalam membuat atau menciptakan teorinya memakai sebuah kerangka alat tujuan yang berfungsi supaya teori yang dibuatnya mudah dipahami oleh setiap manusia. Adapun kerangka alat tujuan yang dibuat oleh Parsons, yaitu:
Pertama, tindakan sosial akan diarahkan pada suatu tujuan atau sudah mempunyai suatu tujuan. Kedua, tindakan sosial dapat terjadi karena adanya beberapa elemen sudah pasti ada, sedangkan elemen-elemen lainnya dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Ketiga, secara normal, tindakan sosial itu dilakukan berdasarkan pemilihan alat dan tujuan.
Dari kerangka tujuan yang diungkapkan oleh Parson, maka dapat disimpulkan bahwa semua tindakan sosial yang dilakukan manusia dapat dilihat sebagai wujud dari kenyataan sosial yang paling kecil dan paling fundamental. Sementara itu, dalam kerangka tujuan Parsons itu, elemen-elemen dasar tindakan sosial adalah tujuan, kondisi, norma, dan alat.
Teori Struktur Fungsional Talcott Parsons bukan hanya melalui tindakan sosial, tetapi ia juga mengungkapkan empat syarat agar fungsional dalam sebuah sistem sosial dapat berjalan dengan baik, yaitu: Adaptation, Goal Attainment, Integration, Laten Pattern Maintenance (AGIL).
Pertama, adaptation (adaptasi). Sebuah sistem harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistem harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan itu dengan kebutuhannya.
Kedua, goal attainment (pencapaian tujuan). Sebuah sistem mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya. Ketiga, integration (integrasi). Sebuah sistem harus mengatur antarhubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Sistem juga harus mengelola antarhubungan ketiga fungsi penting lainnya (A, G, L).
Masyarakat harus mengatur hubungan di antara komponen-komponennya supaya dia bisa berfungsi secara maksimal. Keempat, latency (pemeliharaan pola). Sebuah sistem harus memperlengkapi, memelihara, dan memperbaiki, baik motivasi individu maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi. (*)
Penulis:
Muhammad Naufal Rabbani
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Malang