ASOOI atau yang disebut dengan Perkumpulan Armada Seluruh Ojek Online Indonesia yang telah dijadikan sebagai wadah organisasi untuk para pengemudi ojek online kendaraan roda dua, yang memiliki hampir 50 juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.
ASOOI atau Asosiasi Ojek Online Indonesia didirikan pada 27 September 2018 di Jakarta. ASOOI dibentuk oleh enam organisasi ojek. Dengan adanya keterlibatan ASOOI dalam membantu hubungan kerja yang berkelanjutan dengan pengemudi dan platform ojek online memiliki manfaat yang sangat terasa.
Di antaranya memperjuangkan hak para pengemudi, seperti peningkatan tarif dan perlindungan asuransi, pengemudi menjadi lebih merasa dihargai dan diperhatikan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Dengan adanya hubungan kerja yang baik antara pengemudi dan platform ojek online, pengemudi akan merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk memberikan layanan yang baik dan berkualitas kepada pengguna.
Dari judul artikel ini dapat kita kaitkan dengan salah satu teori sosiologi klasik dari Max Weber mengenai birokrasi yang telah penulis pelajari melalui mata kuliah Sosiologi Organisasi yang diampu oleh Dr. Sulismadi, M.Si.
Pada dasarnya, Teori Mesin Weber menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar birokrasi dan bagaimana birokrasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam sebuah organisasi.
Berikut adalah beberapa ciri khas teori birokrasi Max Weber yang dapat dikaitkan dengan keterlibatan dalam membangun hubungan kerja yang berkelanjutan antara pengemudi dan platform ojek online:
Pertama, struktur hierarkis. Pengemudi sebagai anggota yang melaksanakan tugas dan platform sebagai pihak yang memberikan instruksi, mengatur tarif, dan mengelola operasional secara keseluruhan.
Kedua, aturan dan prosedur. Aturan tersebut meliputi standar perilaku, kebijakan tarif, persyaratan kendaraan, dan prosedur penanganan keluhan atau konflik.
Ketiga, impersonalitas. keputusan dan tindakan yang diambil oleh platform didasarkan pada kebijakan dan parameter yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan pertimbangan personal.
Keempat, keabsahan formal diatur oleh perjanjian atau kontrak antara pengemudi dan platform.
Kelima, pembatasan diskresi pengemudi diharapkan mengikuti prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh platform dalam menjalankan layanan.
Keenam, rasionalitas dan efisiensi. Tujuan platform ojek online adalah mencapai efisiensi dalam operasional layanan.
Penggunaan teknologi dan algoritma yang canggih dimaksudkan untuk memastikan efisiensi dalam penugasan pengemudi, perhitungan tarif, dan proses transaksi. (*)
Penulis:
Yesy Erdina Lestari
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang