Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Organisasi Mahasiswa dalam Prinsip Manajemen Henry Fayol

Achmad RW • Sabtu, 1 Juli 2023 | 14:47 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

  

Organisasi mahasiswa adalah entitas yang berperan penting dalam pengembangan dan perwujudan tujuan akademik, sosial, dan kemasyarakatan di lingkungan kampus.

Sebagai organisasi yang beranggotakan mahasiswa, mereka menjalankan berbagai kegiatan yang mengandalkan manajemen yang efektif dan efisien. Salah satu teori manajemen yang dapat diterapkan dalam organisasi mahasiswa adalah 14 prinsip manajemen Henry Fayol.

Pada awal abad ke-20, Henry Fayol, seorang pengusaha dan teoritikus manajemen asal Prancis, mengemukakan 14 prinsip manajemen yang menjadi panduan bagi para manajer untuk mencapai efektivitas dalam mengelola organisasi.

Prinsip-prinsip ini juga dapat diterapkan dalam konteks organisasi mahasiswa untuk meningkatkan kinerja dan pencapaian tujuan mereka. Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan antara organisasi mahasiswa dengan 14 prinsip manajemen Henry Fayol:

  1. Pembagian kerja (Division of Work): Prinsip ini mengajukan bahwa tugas dan tanggung jawab dalam organisasi harus didistribusikan secara tepat dan efisien. Dalam organisasi mahasiswa, pemisahan tugas dapat membantu anggota fokus pada keterampilan dan bidang minatnya untuk mencapai tujuan dengan lebih efektif.
  2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and Responsibility): Prinsip ini mengusulkan bahwa wewenang dan tanggung jawab harus dijalankan secara seimbang dalam organisasi. Dalam konteks organisasi mahasiswa, pengurus atau pemimpin organisasi perlu memiliki wewenang yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat, sedangkan anggota organisasi memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dengan baik.
  3. Disiplin (Discipline): Prinsip ini menekankan pentingnya kedisiplinan dalam organisasi. Anggota dan pengurus organisasi mahasiswa perlu mematuhi aturan dan prosedur yang telah ditetapkan agar organisasi dapat berjalan dengan lancar.
  4. Kesatuan komando (Unity of Command): Prinsip ini menyatakan bahwa setiap anggota organisasi hanya memiliki satu atasan langsung. Dalam organisasi mahasiswa, anggota harus melaporkan kepada pengurus yang bertanggung jawab untuk menjaga keteraturan dan menghindari kebingungan.
  5. Kesatuan arah (Unity of Direction): Prinsip ini menyatakan bahwa organisasi harus memiliki tujuan yang sama dan arahan yang jelas. Dengan memiliki visi dan misi yang jelas, organisasi mahasiswa dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif.
  6. Komitmen terhadap kepentingan organisasi (Subordination of Individual Interests to the General Interest): Prinsip ini menekankan pentingnya setiap anggota organisasi memprioritaskan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi mereka. Anggota organisasi mahasiswa harus bersatu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  7. Penggajian (Remuneration): Prinsip ini melibatkan pembayaran yang adil dan memadai untuk kerja yang dilakukan. Dalam organisasi mahasiswa, remunerasi tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa meliputi pengakuan, penghargaan, atau kesempatan pengembangan diri.
  8. Sentralisasi (Centralization): Prinsip ini berkaitan dengan distribusi kekuasaan dan wewenang dalam organisasi. Dalam organisasi mahasiswa, tingkat sentralisasi yang tepat harus ditentukan untuk membantu pengambilan keputusan yang efisien dan memfasilitasi responsibilitas yang jelas.
  9. Skalaritas (Scalar Chain): Prinsip ini menggambarkan jalur komunikasi dan hirarki yang ada dalam organisasi. Dalam organisasi mahasiswa, komunikasi yang efektif antara anggota dan pengurus merupakan hal penting untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dan meningkatkan efisiensi.
  10. Prinsip ordo (Order): Prinsip ini berhubungan dengan tata letak fisik organisasi serta penyimpanan dan penggunaan sumber daya yang efisien. Dalam organisasi mahasiswa, tata letak yang teratur dan penyimpanan dokumen atau barang yang baik dapat membantu efisiensi kerja dan peningkatan produktivitas.
  11. Keadilan (Equity): Prinsip ini menuntut perlakuan yang adil terhadap semua anggota organisasi. Organisasi mahasiswa harus memastikan bahwa keadilan diterapkan dalam berbagai keputusan yang diambil serta dalam hubungan antara anggota.
  12. Stabilitas tenaga kerja (Stability of Tenure of Personnel): Prinsip ini mengusulkan bahwa stabilitas dalam pekerjaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dalam organisasi mahasiswa, memberikan stabilitas kepada pengurus dan anggota dapat menciptakan rasa kepastian dan motivasi yang tinggi.
  13. Inisiatif (Initiative): Prinsip ini mengajak anggota organisasi untuk berinovasi dan mengambil inisiatif dalam bekerja. Organisasi mahasiswa perlu mendorong anggota untuk terus berkontribusi dengan ide-ide baru, kreativitas, dan inisiatif dalam mencapai tujuan bersama.
  14. Semangat korps (Esprit de Corps): Prinsip ini menekankan pentingnya kerja sama dan semangat kerjasama dalam organisasi. Organisasi mahasiswa harus menjaga semangat korps dalam setiap kegiatan agar dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan antar anggota.

Dalam kesimpulannya, organisasi mahasiswa dapat mendapatkan manfaat yang signifikan dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen Henry Fayol. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dengan baik, organisasi mahasiswa dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan performa keseluruhan organisasi.

Pengetahuan penulis terkait sosiologi organisasi ini didapat melalui mata kuliah sosiologi organisasi yang diampu oleh Dr. Sulismadi, M. Si selaku dosen Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. (*)

 

Penulis:
Izzah Qurotul A’yun
Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Achmad RW
#manajemen #UMM #sosiologi #Kampus #organisasi mahasiswa