Kepemimpinan merupakan suatu topik bahasan yang klasik, namun tetap sangat menarik untuk diteliti karena sangat menentukan berlangsungnya suatu organisasi. Kepemimpinan dipercaya sebagai satu kekuatan kunci penggerak organisasi yang mampu membangun suatu budaya baru yang sesuai dengan perubahan.
Pemimpin di suatu organisasi mempunyai posisi yang dominan dalam menentukan sukses atau tidaknya sebuah organisasi. Pemimpin yang baik memiliki peran sebagai koordinator, motivator, dan katalisator yang akan membawa organisasi pada puncak keberhasilan.
Hal tersebut berhubungan dengan buku "Mind, Self And Society" dari George Herbert Mead yang memfokuskan pada tiga tema konsep dan asumsi yang dibutuhkan untuk menyusun teori Interaksionisme Simbolik.
Tiga tema konsep George Herbert Mead, yakni pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenali diri dan ketiga, hubungan antara individu dengan masyarakat.
Pendekatan kepemimpinan sangat penting dalam mempelajari konsep kepemimpinan. Berikut ini dipaparkan mengenai beberapa pendekatannya yaitu:
- Pendekatan Sifat (Traits Approach).
Pendekatan psikologis ini, didasarkan atas pengakuan umum di mana sikap individu didasarkan oleh struktur kepribadian. Terdapat sifat kepribadian yang bisa dilihat memiliki hubungan positif dengan sikap pemimpin dan memiliki hubungan tinggi yaitu: popularitas, keaslian, adaptabilitas, ambisi, ketekunan, status sosial, status ekonomi, mampu berkomunikasi.
- Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach).
Pendekatan ini dapat ditinjau pada model perilaku pemimpin yang memberi pengaruh pada karyawannya. Perilaku pemimpin ini bisa berpusat pada tugas atau pada hubungan dengan karyawan.
- Pendekatan Karismatik (Charismatic Approach).
Kepemimpinan kharismatik ini sudah berjalan sejak zaman Yunani kuno. Analisis charismatic leadership. Kemudian Robert House dalam Fred Luthan (1998: 283) menyatakan ciri dari kepemimpinan karismatik ada delapan. (1) Mempunyai kepercayaan diri dan kepercayaan pada pengikut; (2) Ekspektasi yang tinggi bagi pengikut; (3) Mempunyai visi ideologis; (4) Bawahan mempunyai kesamaan visi dan misi dengan pimpinan; (5) Bawahan mempunyai loyalitas dan kepercayaan kepada pimpinan; (6) Bawahan mengikuti sistem nilai dan perilaku pemimpin; (7) Berkaitan dengan pemimpin merupakan penghargaan diri; (8) Mempunyai kemampuan debat dan persuasif yang hebat, sikap, dan perilaku yang bisa memberi dampak pada pengikutnya.
- Pendekatan transformasional (Transformational Approach).
Karakteristik pemimpin yang karismatik dapat melakukan pergeseran terhadap organisasi yang tradisional ke modern. Pada kepemimpinan ini, pemimpin menggeser sistem nilai, kepercayaan dan kebutuhan-kebutuhan pengikutnya. (*)
Penulis:
Wahyu Lutfi Nurhidayah
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang