Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Menilik Solidaritas Paguyuban Seni Reog Ponorogo di Jember

Achmad RW • Jumat, 30 Juni 2023 | 14:10 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang tidak pernah kehilangan eksistensinya. Kabupaten Ponorogo merupakan gerbang dari lahirnya kesenian ini. Reog Ponorogo dipentaskan di berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar nasional.

Tidak terhenti di Ponorogo, kesenian ini juga tersebar di Jember. Berawal dari upaya pemerintah kolonial membawa para kuli perkebunan dari wilayah Mataraman untuk bekerja di Jember, lalu Belanda menjadikan Jember sebagai daerah pemasok hasil perkebunan, mulai dari tembakau hingga gula.

Dipisahkan dari kampung halaman, para kuli ini membentuk kelompok- kelompok seni reog sebagai bagian dari penguatan identitas diri.

Terdapat dua kelompok reog tertua di Jember, yakni di Desa Pontang dan Desa Kesilir yang sudah ada sejak tahun 1950-an. Saat ini, ada 23 kelompok reog yang tersebar di Jember. Dikelola secara swadaya dan mandiri.

Dengan bantuan Universitas Jember, lahir paguyuban seni reog mahasiswa bernama Sardulo Anorogo. Berkat paguyuban ini persebaran reog lebih beragam dan mempermudah regenerasi.

Paguyuban tersebut memiliki seribu anggota, dihitung sejak 1993 hingga sekarang. Sardulo Anorogo mengadaptasi gerakan-gerakan seni tradisi lain, seperti gaya gamelan Banyuwangi, gamelan jaranan, atau penambahan model atraksi.

Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo sejak tahun 2006 dan berkembang hingga pemberitaan bahwa Malaysia akan mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai warisan budaya.

Sebagai bentuk penolakan, tujuh paguyuban Reog Ponorogo di Jember mengadakan pagelaran di samping Pendapa Wahyawibawagraha. Aksi solidaritas dari paguyuban Reog Ponorogo ini dapat dikaitkan dan dianalisa melalui teori solidaritas yang dikemukakan oleh Emile Durkheim.

Solidaritas adalah keadaan saling percaya antar anggota suatu kelompok atau masyarakat. Seluruh kelompok Reog Ponorogo yang terlibat dalam aksi penolakan berkumpul dalam naungan paguyuban Reog Ponorogo Jember. Satu pemikiran yang sama antar kelompok untuk memperjuangkan Reog Ponorogo atas klaim Malaysia mendorong terwujudnya solidaritas.

Solidaritas ini termasuk ke dalam tipe solidaritas mekanik yakni, individualitas cenderung terbelakang serta kesadaran bersama yang berisi mengikuti keyakinan dan pola normatif yang sama. (*)

Penulis:
Tiara Hadi Akhiriyah
Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Achmad RW
#opini #solidaritas #UMM #reog ponorogo #jember #mahasiswa