Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Parpol Gandeng Caleg Artis Ibu Kota di Pemilu 2024

Achmad RW • Rabu, 28 Juni 2023 | 14:39 WIB

 

Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang

Berbicara soal pemilihan umum serentak yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024 mendatang, nama sederet artis kembali menghiasi daftar bakal calon anggota legislatif.

Meskipun sering kali menuai pro dan kontra di masyarakat, nyatanya tidak sedikit artis yang sukses terpilih menjadi parlemen. Entah itu pemain sinetron, presenter televisi, chef,  musisi, model, atlet, selebgram, pendakwah, maupun pelawak.

Para artis tersebut sudah didaftarkan menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) oleh partai yang menjadi peserta Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan begitu, pada pemilu kali ini akan ada banyak artis yang akan memperebutkan kursi legislatif.

Menurut data yang dihimpun CNN Indonesia, Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan partai yang paling banyak mengusung caleg artis/selebritas untuk pemilu tahun depan. Seperti, Eko Patrio, Pasha Ungu, Uya Kuya, Desy Ratnasari, Verrel Bramasta.

Meskipun pesona para pesohor dan selebritas ini mampu mendongkrak dukungan suara partai politik, mereka belum tentu punya pengalaman untuk melakukan mobilisasi politik di darat. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan penguatan kapabilitas dan instuisi dalam berpolitik agar mereka tak hanya berperan sebagai faktor untuk mendulang suara partai politik saja.

Menurut peneiliti politik Syamsuddin Haris, fenomena caleg artis ini merupakan salah satu gejala kaderisasi partai yang buruk.

"Sulit dipungkiri, basis kompetisi dalam pemilu legislatif kita sejak 2009 adalah popularitas figur para caleg yang diajukan oleh parpol di satu pihak, dan kemampuan finansial di lain pihak. Sistem tersebut, apa boleh buat, lebih mengandalkan pada ketenaran belaka ketimbang kapabilitas para caleg, sehingga caleg artis memperoleh peluang besar untuk meraih dukungan dan terpilih," kata Syamsuddin dalam artikelnya Caleg Artis, So What (Mei 2013).

Gagalnya partai politik dalam  memberikan pendidikan politik dan kaderisasi ini menjadikan partai politik mengambil jalan alternatif yaitu menaungi para artis untuk mendapatkan popularitas dan mempertahankan kedudukan mereka dalam memburu kekuasaan di lembaga legislatif.

Meskipun,belum tentu menjamin kemenangan tapi paling tidak bisa untuk mengumpulkan suara dalam pemilu . Di Indonesia, proses pemilu sangat kompentitif dan sangat berat dari sisi pembiayaan partai. Karena sekarang ini susah sekali untuk mencari orang yang populer dan mencari orang yang mempunyai dana.

Pendanaan dengan situasi kampanye kita yang sangat mahal, membuat partai politik harus mengeluarkan ongkos yang sangat besar untuk running dalam pemilu. Partai politik berfikir untuk memasang para artis yang bisa mencuri suara atau penarik suara pada suara partai tersebut.

Meskipun dalam artian artis tanpa pengalaman dan tanpa background  politik, mereka akan diterjunkan dalam kontestasi memperebutkan kekuasaan.

Pertarungan antarpartai itu yang membuat mereka harus memutar otak untuk bisa mengamankan kursi legeslatif karena visi partai soal elektoral bagaimana mereka bisa bertahan dan survive.

Tentu banyak cara yang akan dilakukan oleh partai politik. Di antaranya merekrut kepala daerah dan merekrut artis karena ketika merekut artis, mereka tidak perlu berfikir lagi soal bagaimana meningkatkan popularitas calon karena para artis itu sudah populer.

Walaupun mungkin ada juga partai politik yang melihat kompetensi  artis yang punya visi politik yang baik dan punya pengalaman juga sehingga dia layak untuk dicalonkan sebagai  calon anggota legeslatif. Adapun beberapa di antaranya, sebut saja sekadar contoh, Nurul Arifin dan Rieke Diah Pitaloka, harus diakui memiliki kinerja yang baik, bahkan di atas rata-rata kinerja anggota DPR yang non-artis. Akan tetapi perlu segera dicatat pula, Nurul dan Rieke sebenarnya telah tampak perform sebelum mereka menjadi anggota parlemen. (*)

Penulis:
Nur Fitria
Mahasiswa
Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

Editor : Achmad RW
#Bacaleg #artis #UMM #mahasiswa #pemilu #partai politik