Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa wajah Stadion Merdeka Jombang kondisinya seperti sekarang? Meski setiap tahun ada alokasi anggaran untuk perbaikan, namun wajah Stadion Merdeka Jombang yang berada di Jl Hayam Wuruk No. 6, Candimulyo, Kecamatan Jombang masih jauh dari harapan masyarakat. Terlebih jika dikaitkan dengan janji kampanyen Bupati Mundjidah-Wabup Sumrambah membangun stadion berstandar nasional.
Wacana pembangunan stadion berstandar nasional telah lama diwacanakan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Dalam pilkada silam, pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah memberikan janji sembilan program utama yang salah satunya adalah pembangunan stadion berstandar nasional.
Faktanya sampai sekarang proyek pembangunan stadion berstandar nasional tak kunjung terealiasi. Salah satu alasannya, yakni pandemi Covid-19 yang saat ini statusnya sudah dicabut oleh Presiden Joko Widodo. Pada saat Covid-19 merebak, praktis banyak anggaran daerah terserap untuk penanggulangan virus yang berbahaya ini.
Dengan kondisi ini, klub sepak bola kebanggaan warga Jombang, yakni PSID Jombang sulit berkembang menjadi klub profesional karena tidak tersedianya stadion berstandar nasional. Pasalnya, setiap klub peserta Liga 2 atau Liga 1 harus mempunyai home base dengan stadion berstandar FIFA. Sedangkan pemerintah tidak memperhatikan pembangunan itu sendiri yang hanya terus merencanakan tanpa adanya aksi.
Sementara itu, Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fattah Rokhim merasa prihatin dengan kondisi Stadion Merdeka Jombang yang tidak ada kemajuan sama sekali. Padahal menurutnya, dulu masyarakat sudah merasa bahagia Ketika pasangan Mundjidah-Sumrambah terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jombang salah satu janji politiknya akan membangun stadion baru berstandar nasional.
Selain menjadi janji politik saat kampanye, olahraga banyak digemari masyarakat Jombang, terlebih sepak bola. Karenanya, apa pun masalahnya pembangunan stadion berskala nasional ini harus dapat dieksekusi.
Mengapa Perlu Pembenahan?
Perlu pembenahan karena, setelah Pekan Olahraga Provinsi JawaTimur (Porprov Jatim) 2022 di Lumajang lalu, Pemkab Jombang mengajukan diri menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara olahraga terbesar di Jatim itu.
Bersama kota dan Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo, akhirnya Kabupaten Jombang disetujui menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2023 mendatang. Namun,nampaknya impian bagi Pemkab Jombang untuk menggelar penutupan Porprov Jatim 2023 mendatang akan mustahil dilaksanakan. Pasalnya, kapasitas Stadion Merdeka Jombang tidak memenuhi standar yang ditentukan oleh KONI Jatim.
Wakil Ketua Umum KONI Jatim Deddy Suhayati mengungkapkan, untuk menggelar event besar, Pemkab Jombang harus menyediakan stadion dengan kapasitas penonton minimal 10-15 ribu penonton.
Sedangkan kapasitas yang dimiliki Stadion Merdeka Jombang hanya mampu menampung maksimal 2 ribu orang. Maklum, Stadion Merdeka Jombang hanya memiliki satu tribun di sisi barat saja hingga kini. Selain itu, ada standar yang harus dipenuhi lagi di antaranya, setidaknya Jombang harus menyediakan tempat parkir yang cukup, akses keluar masuk yang memadai, utamanya kapasitas lapangan dan tribun.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan proses pembangunan stadion berstandar nasional membutuhkan waktu yang lama. Sebab, harus melalui proses yang panjang, salah satunya melalui kajian matang, penyedian lahan dan perencanaan. (*)
Penulis:
Nurlailis Yuniar Sari
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Malang