Hukum ini adalah seperti halnya hukum gravitasi. Saat kita berpikir tentang kejadian positif, kita akan menarik lebih banyak energi yang baik juga ke dalam tubuh kita. Oleh karena itu, apabila kita fokus terhadap tujuan maka akan otomatis secara alam bawah sadar kita apa pun yang kita lakukan akan membuat kita terarah pada tujuan tersebut.
Dengan kata lain, sebaliknya jika kita selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik dengan kekuatan penuh kepada sumbernya, yaitu kita sendiri. Perlahan namun pasti, pikiran semacam ini akan membawa kita dalam lorong gelap tak berujung.
Dalam lorong gelap itulah, spirit optimisme, keyakinan untuk meraih keberhasilan, dan daya juang untuk merajut imajinasi positif, raib tanpa meninggalkan jejak. Pada akhirnya berujung pada kesia-siaan hidup.
Jika kita senantiasa berpikir positif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), senantiasa membayangkan masa depan dengan sikap optimisme, fokus terhadap yang ingin diwujudkan, maka kita bisa menggapai apa yang menjadi cita-cita kita.
Perlu diketahui, terlepas dari apa pun yang terjadi di luar kendali kita, masing masing dari kita bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri kita, kita memiliki kendali pada banyak hal baik yang bisa kita pilih di hidup ini, kita memiliki kuasa untuk mengalihkan energi yang kita miliki menuju hal hal positif yang membawa ketenangan untuk keseluruhan raga kita.
Kita mungkin tidak bisa memastikan bahwa apa yang kita inginkan pasti akan terjadi di masa depan, tetapi dengan memvisualisasikan apa yang kita inginkan, itu dapat menarik energi sehingga kita menjadi semakin yakin dengan impian tersebut. Mari hidup dengan penuh keyakinan, melawan rasa takut, menjinakkan kekhawatiran, serta senantiasa memberikan energi positif terhadap diri sendiri.
Penulis:
Kuni Samsahayah
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR Editor : Achmad RW