Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Perpustakaan Digital Tidak Bisa Menggantikan Perpustakaan Konvensional

Achmad RW • Sabtu, 3 Juni 2023 | 14:45 WIB
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
Opini di Jawa Pos Radar Jombang
PERKEMBANGAN teknologi yang sangat pesat menyebabkan banyak orang melakukan perubahan aktivitas dari yang sebelumnya offline menjadi online, dari yang konvensional menjadi digital. Maka dari itu lahirlah perpustakaan digital sebagai bentuk representatif perkembangan teknologi di era digital saat ini.

Meskipun telah diciptakan perpustakaan digital, apakah dapat menggantikan peran perpustakaan konvensional untuk semua kalangan masyarakat?

Perpustakaan digital memang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh perpustakaan konvensional. Salah satunya yaitu akses yang lebih fleksibel dibandingkan perpustakaan konvensional. Pengguna perpustakaan digital dapat mengakses buku dan informasi di mana pun dan kapan pun.

Berbeda dengan perpustakaan konvensional yang penggunanya harus datang ke perpustakaan secara langsung. Meskipun begitu, perpustakaan digital tidak bisa menggantikan perpustakaan konvensional saat ini. Hal ini karena terdapat beberapa kekurangan dari perpustakaan digital.

Pertama, persoalan hak cipta penulis. Buku-buku yang ada di perpustakaan telah didigitalkan agar dapat diakses secara online. Pada kenyataannya tidak semua penulis bersedia tulisan atau karangannya didigitalkan dan diakses di internet secara bebas. Hal ini menjadi kendala pada proses pengumpulan dan pendigitalan buku. Maka dari itu, koleksi buku yang ada di perpustakaan digital dapat dipastikan tidak selengkap koleksi buku yang ada di perpustakaan konvensional.

Kedua, akses yang sulit di beberapa kalangan masyarakat. Saat ini perkembangan teknologi belum tersebar secara merata di semua kalangan masyarakat. Seperti di masyarakat pedesaan tidak jarang memiliki keterbatasan jaringan internet sehingga terkendala dalam mengakses perpustakaan digital.

Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang masih buta akan teknologi. Ketiga, kebanyakan orang lebih menyukai membaca buku cetak. Kebanyakan pembaca lebih menyukai membaca buku cetak dibanding e-book.

Hal ini karena pada saat membaca buku cetak ada sensasi tersendiri yang tidak dimiliki oleh e-book seperti aroma kertas yang khas dan tekstur kertas yang dirasakan saat membolak-balikan halaman. Selain itu, membaca buku cetak juga dapat meningkatkan fokus pembaca dari pada membaca melalui gadget.

Sedangkan e-book cenderung cepat merusak mata karena adanya radiasi dari gadget jika membaca terlalu lama. Selain itu, bagi sebagian orang membaca e-book dapat menyebabkan mata cepat lelah.

Penulis:
Saibah
Mahasiswi Prodi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya.
Editor : Achmad RW
#opini #Jombang #mahasiswa #Radar Jombang #Unair Surabaya