Yaa ayyuhalladzina aamanu kutiba alaikumussyiyaamu kamaa kutiba alalladziina min qoblium lallakum tattaquun.
Nabi Muhammad SAW juga bersabda, jika rukun iman ada lima. Yakni syahadat, salat, zakat, puasa dan haji. Puasa, adalah rukun islam ke empat. Salat tidak puasa juga tidak sah. Puasa saja, tidak salat juga tidak bisa.
Setelah puasa 29 hari dan lengkap, kita semua diperintahkan untuk merayakan hari raya. Tentu ini nanti akan menunggu hasil ruqyat bersama juga. Mungkin ada yang berbeda dalam merayakannya, namun hal ini harusnya tak jadi persoalan.
Namun salat ini adalah salah satu salat penting. Salat ied, adalah ibadah tahunan yang tidak bisa di-qadla. Karenanya, sangat penting untuk bisa mengikuti dan menjalankannya.
Sebagaimana difirmankan Allah, puasa itu diwajibkan agar manusia bertakwa. Dalam puasa, kita juga diajarkan untuk melaksanakan banyak kebajikan dan nilai luhur. Sebelum salat Idul Fitri, kita juga diharuskan mengeluarkan zakat fitrah, sekitar 2,6 kg beratnya. Zakat ini juga harus ditunaikan. Tanpa zakat fitrah, sia-sia puasa kita.
Hikmah yang didapat setelah puasa, manusia harus bisa menghilangkan rasa sombong, rasa dengki, rasa pinter sendiri, rasa riya, ujub dan lain sebagainya. Puasa harus bisa menghilangkan rasa benar sendiri dan rasa baik sendiri.
Setelah puasa, semua manusia harus bisa merasakan semua punya salah. Setelah puasa, mau punya atau tidak punya salah seluruhnya harus saling meminta maaf. Anak merasa punya salah kepada bapaknya, ia punya salah kepada tetangganya. Tanpa itu, hasil dari puasa tidak ada gunanya.
Semoga puasa tahun ini mampu menyadarkan kita akan kelemahan dan segala kesalahan kita. Sehingga di Hari Raya Idul Fitri, kita semua mampu lulus dari pendidikan Ramadan. Semoga puasa kita, mampu menghilangkan rasa sombong, rasa dengki di hati kita semuanya. (*)
Oleh: KH Masduqi Abdurrahman (Al Hafidz)
(Pengasuh Ponpes Roudhotu Tahfizul Qur’an Perak) Editor : Achmad RW