Surat Al Qodar ini menjadi penanda yang jelas tentang adanya lailatul qodar. Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan pidato pada akhir hari dari bulan Syakban, “Telah datang kepada kalian Wahai Manusia bulan agung, bulan yang penuh dengan berkah, di dalamnya ada malam yang kebaikannya lebih baik dari 1000 Bulan. Bulan yang agung itu adalah bulan Ramadan.”
Lailatul Qadar itu ada sebagai hadiah untuk Nabi Muhammad SAW dan umatnya dikarenakan di masa dahulu ada kalangan Bani Israil orang yang beribadah semalam suntuk sampai dengan pagi. Lalu paginya berjihad di jalan Allah, dan itu dilakukan selama 1000 bulan. Maka Rasulullah dan orang-orang muslim ta’ajjub (heran) melihat perbuatan yang dilakukan umat tersebut.
Terhadap kejadian tersebut maka turunlah Surat Al Qadar yang menjelaskan bahwa lailatul qadar itu kebaikannya lebih baik dari 1000 bulan.
Kasih sayangnya Allah terhadap Nabi Muhammad SAW dan umatnya itu dikarenakan umur umatnya terlalu pendek dan Rasul SAW mengkhawatirkan mereka tidak bisa mencapai amalan-amalan ibadah sebagimana yang pernah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya. Maka Allah memberi Lailatul Qadar. Bilamana melakukan ibadah pada malam itu lebih baik dari 1000 bulan.
Lailatul qadar ini sangat dirahasiakan Allah. Tetapi bisa dipastikan dalam setiap bulan Ramadan pasti ada malam Lailatul Qadar. Perahasian tentang keberadaan lailatul qadar dengan maksud agar umat Nabi Muhammad SAW betul-betul dapat rida Allah SWT. Sebagaimana Allah merahasiakan ridanya di dalam ketaatan, sehingga hamba Allah terus mencari rida dengan cara melaksanakan ketaatan kepada-Nya terutama di bulan Ramadan.
Sebagaimana rahasia-rahasia lainnya, Allah merahasiakan walinya di antara kalangan manusia, sehingga mereka memuliakan seluruh manusia. Allah merahasiakan pengkabulan di dalam doa agar hambanya bersungguh-sungguh dalam keseluruhan doa. Allah merahasiakan nama yang agung agar hambanya mengagungkan seluruh nama-nama Allah.
Allah merahasiakan salat wustha agar hambanya mau menjaga salat secara keseluruhan. Allah merahasiakan penerimaan taubat agar hambanya tekun atas seluruh macam-macam taubat. Demikian juga Allah merahasiakan Lailatul Qadar, agar hambanya mengagungkan seluruh malam-malam di bulan Ramadan. Serta bersungguh-sungguh untuk mencari dan pasti mendapatkan pahala atas kesungguhannya.
Apabila hamba Allah mengetahui kapan datangnya Lailatul Qadar, sedangkan dia akan taat kepada Allah di malam itu, maka dia akan mendapatkan pahala lebih baik dari 1000 bulan. Sebaliknya apabila hambanya durhaka kepada Allah di malam itu maka dia akan mendapatkan siksaan lebih dari 1000 bulan. Menolak siksaan itu lebih diutamakan daripada menarik sebuah pahala.
Lailatul Qadar hanya diberitahukan Allah terkhusus kepada Nabi Muhammad SAW. Dan tidak dibukakan kepada rasul dan nabi sebelumnya. Lailatul qodar adalah malam kemuliaan karena malam itu banyak malaikat yang turun dan banyak keberkahan. Para malaikat turun bersamaan dengan berkah dan kasih sayang.
Seperti halnya mereka turun ketika ada yang baca Alquran, mengelilingi majlis dzikir dan mereka meletakkan sayapnya kepada pencari ilmu. Di malam Lailatul Qadar bumi penuh sesak dengan para malaikat. Sehingga malam hari itu setan tidak mampu berbuat yang buruk atau melakukan sesuatu yang mencelakakan manusia.
Amalan yang utama untuk meraih malam lailatul qadar sebagaimana petunjuk Rasul SAW adalah melakukan ibadah iktikaf. Rasulullah melakukan iktikaf di 10 terakhir Ramadan sampai beliau wafat, kemudian kebiasaan tersebut dilaksanakan oleh istri-istrinya.
Rasulullah SAW bersungguh-sungguh melakukan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan sebagaimana yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah selain hari tersebut. Rasul SAW mengencangkan ikat sarung, menghidupkan malam dan membangunkan istri dan keluarganya.
Melaksanakan ibadah iktikaf di masjid atau berdiam diri di masjid, melakukan amalan-amalan sunnah, zikir, membaca Alquran dan berdoa kepada Allah. Sebagaimana tuntunan doa yang dilakukan oleh Rasul SAW yang artinya; Ya Allah Sesungguhnya engkau maha pengampun mencintai ampunan maka ampunilah aku.”
Besarnya kemuliaan dan keutamaan Lailatul Qadar sebagai umat Nabi Muhammad SAW, maka dianjurkan mencari malam tersebut di 10 terakhir Ramadan. Bisa jadi pada tanggal ganjil yakni tanggal 21, 23, 25, 27, 29 atau akhir malam bulan Ramadan.
Lailatul Qadar atau malam kemuliaan itu terang di malam hari, tidak panas, tidak dingin, tidak mendung, tidak hujan, tidak ada angin, tidak ada bintang yang jatuh dan matahari muncul tanpa ada sorot baginya. Bila umat Nabi Muhammad SAW mampu menggunakan kesempatan malam lailatul qadar, maka umur bertambah kwalitasnya. Banyak kebaikan melebihi kebaikan yang dilakukan 1000 bulan.
Setiap tahun berkesempatan menjumpai Ramadan dan di dalamnya ada lailatul qadar serta berkesempatan memanfaatkan malam tersebut. Sehingga walaupun umurnya sangat sedikit (dibandingkan dengan umat sebelumnya), maka umat Nabi Muhammad SAW akan melebihi umat sebelumnya dalam hal kebaikan. (*)
Oleh: Ilham Rohim SAg, MHI,
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pontren Kemenag Jombang Editor : Achmad RW