Para pembaca setia Jawa Pos Radar Jombang yang dirahmati Allah SWT. Jasad diciptakan dari bumi, hidup di bumi dan mati kembali ke bumi. Sementara ruh berasal dari surga, ruh tidak akan mati dan akan kembali ke sisi Allah. Ruh tidak akan selamanya di bumi karena akan dicabut melalui malaikat izrail.
Ruh memiliki tugas yang mulia, yaitu mengawal jasad. Ruh sebenarnya sangat rindu dengan Allah. Itulah kenapa, kalau ada orang mati, yang diucapkan Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Karena ruh akan kembali kepada pencipta-Nya. Ruh kangen dengan Allah, ruh rindu dengan surga-Nya.
Salah satu obat rindu ruh kepada Allah adalah membaca Alquran. Orang kalau membaca Alquran, ruhnya akan nyambung dengan Allah, apalagi ketika membaca Alquran di dalam salat.
Namun ada ruh yang tidak diterima oleh Allah yaitu ruh yang tidak pernah menjalin hubungan dengan Allah, tidak mau menjalankan kewajiban-kewajiban Allah. Termasuk puasa di bulan suci Ramadan dan perintah salat lima waktu.
Membaca Alquran di dalam salat menjadi salah satu penawar rindu antara ruh dengan pencipta ruh yaitu Allah. Membacanya dengan pelan dalam salat juga diutamakan. Hanya saja saat ini banyak orang yang ingin terburu-buru dalam salat, padahal banyak orang mengerti tentang kemuliaan Alquran itu sendiri.
Sesuatu yang paling mulia di dunia ini tidak lepas dari barokah Alquran. Dalam bulan suci Ramadan seperti sekarang ini malam yang paling istimewa adalah malam Lailatul Qadar atau yang disebut malam seribu Bulan. Di mana pada malam itu Alquran diturunkan. Bulan Ramadan menjadi bulan yang paling mulia, mengalahkan empat bulan mulia lain, yaitu Dzulhijjah, Dzulqa'dah, Muharam dan Rajab. Sebab, bulan Ramadan Alquran diturunkan.
Lebih jauh saya sampaikan kepada semua pembaca Jawa Pos Radar Jombang di manapun berada, bahwa rajanya malaikat adalah Malaikat Jibril yang memiliki tugas yaitu membawahi wahyu Alquran. Dan Nabi yang paling mulia adalah Nabi Muhammad. Nabi yang mengajarkan Alquran dan yang menerima wahyu Allah, serta menjadikan Alquran sebagai pedoman.
Inna Nahnu Nazzalna Adz zikra wa Inna lahu Lahafidhun. Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Alquran telah dijaga”.
Hadis yang diriwayatkan At-Tabrani dari Ali bin Abi Thalib RA, bahwa Rasululloh SAW bersabda: Didiklah anak-anakmu atas tiga hal. Mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran. Karena orang mengamalkan Alquran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya, bersama para nabi dan orang-orang yang suci.
Ada salah satu kiai yang telah meninggal selama delapan tahun. Namun atas kebesaran Allah, jasad kiai beserta kain kafannya masih lengkap di dalam kubur. Ternyata kiai tersebut selalu membaca Alquran sebelum tidur.
Dalam kitab Riyadul Badiah di dalamnya menerangkan, jika orang ingin terbebas dari pertanyaan alam kubur, dengan membaca Surat Al-Mulk sebelum tidur. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang selalu rajin membaca Alquran dan mengamalkannya. (*)
Oleh: KH Nurhadi (Mbah Bolong)
Pengasuh Ponpes Falahul Muhibbin Watugaluh Diwek Editor : Achmad RW