Selain itu, dupa juga dapat digunakan sebagai souvenir ataupun dekorasi ruangan dengan berbagai bentuk dan aroma. Ada banyak jenis dupa yang tersedia di pasaran saat ini, dari berbagai variasi aroma hingga wewangian bunga.
Penelitian dilakukan oleh Eny Safitri dan Divanda Nilam (mahasiswa aktif dari Prodi Sosiologi Fisip Universitas Muhammadiyah Malang) di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Lebih tepatnya di industri Toko Dupa Maheswari Nogo Kawi Jl Raya Kasin 156.
Industri Dupa Maheswari Nogo Kawi adalah industri usaha pribadi milik keluarga Iran Rifa'i yang dulu bekerja di industri yang sama di Singosari, sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan usaha pabrik dupa sendiri di rumahnya 15 tahun silam.
Bahan pembuatan dupa sendiri berupa serbuk kayu, limbah penggilingan gandum, bahan pelengket, serta air. Semua bahan dicampur secara perlahan di mesin pengaduk sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. Dalam produksinya, Dupa Maheswari sekitar 50-60 Kg dupa mentah (dupa yang belum diberi pewangi) dalam satu hari.
Untuk distribusinya, lebih sering dikirim ke Bali melalui agen penjual yang kemudian dijual ke masyarakat sekitar. Selama wawancara, informan menyebut salah satu dari banyaknya industri yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 dua tahun lalu, dan menghambat proses produksi dupa karena susahnya membeli lidi impor.
Penelitian ini menemukan permasalahan yang dihadapi, yakni keterjangkauan bahan baku lidi yang sulit karena harus impor dari luar negeri. Tenaga manusia juga minim sehingga beralih ke tenaga mesin. Hal ini menjadi unsur pergeseran peran dalam lingkup produksi dupa. Pergeseran peran ini dapat dianalisis dengan teori perubahan sosial.
Modal sosial yang didapat dari pelaku usaha dupa ini sangat cukup, karena pada dasarnya sang pemilik memiliki pengalaman di bidang usaha serupa dengan menjadi buruh di tempat dia bekerja sebelumnya. Sehingga mendapat ilmu dan materi yang cukup untuk membuka usaha sendiri. (*)
Oleh:
Oky Firman Wahyudi
Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang Editor : Achmad RW