Sebagaimana dikutip Jawa Pos Senin (14/2), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyatakan, kontribusi UMKM se-Jawa Timur untuk Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar. Selama 2021 hingga 2022, kontribusi UMKM tercatat mencapai 57,25 persen. Angka itu termasuk kemampuan penyerapan tenaga kerja UMKM. Berdasar catatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja se-Jawa Timur.
UMKM biasa disebut dengan home industri atau industri rumahan. Industri rumahan merupakan suatu usaha yang dirikan oleh seseorang dengan modal yang kecil dan area pemasarannya juga belum meluas. Pasar pastinya hanya daerah sekitarnya saja. Di Zaman yang modern ini, sudah banyak sekali usaha rumahan yang ada disekitar kita. Bahkan pemasarannya juga sudah meluas karena bantuan teknologi.
Bapak Sukron merupakan pengusaha home industri keripik singkong. Beliau tinggal di Kabupaten Malang. Tepatnya di Kecamatan Singosari Desa Pagentan nomor 115. Tahun 1983, dia memiliki ide kreatif untuk membuka usaha rumahan aneka makanan ringan. Seperti yang kita ketahui, usaha rumahan dalam proses pemasarannya pasti belum luas.
Saingan yang dihadapi Bapak Sukron sangat banyak. Berbagai inovasi dia lakukan. Kualitas produk juga selalu dia utamakan agar konsumen tidak kecewa. Usaha ini dirintis sejak awal dengan keuletan dan sampai saat ini lancar sesuai yang diharapkan.
Konsumen tidak perlu binggung bagaimana cara mendapatkan produk Bapak Wijaya. Konsumen bisa membeli makanan tersebut di warung terdekat di Desa Pagentan, dan sekitarnya. Konsumen juga dapat langsung datang ke rumahnya di jalan Wijaya Barat Nomor 115. Lebih mudah mencarinya yaitu area jalan dekat Pasar Singosari. Tinggal tanya warga, rumah Bapak Sukron, pasti semua kenal. Produk-produk yang dihasilkan Bapak Wijaya beserta harganya sebagai berikut:
- Keripik Singkong 1/2 kg: Rp 15 ribu
- Kue Semprit: Rp 10 ribu
- Kue Banket: Rp 17 ribu
- Kue Bagelan: Rp 16 ribu
- Samiler Mentah: 14 ribu
- Dorodok: Rp 10 ribu
Penulis:
Hana Oktavia Hariyono
Mahasiswa jurusan Sosiologi, Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor : Achmad RW