Selamat! Empat Atlet PTM Jois Club Bidik Semifinal Porprov 2027

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:18 WIB
TANGKAS: Pelatih PTM Jois Club Silir Rovani saat mengikuti pengukuhan PB PTMSI di Jakarta 16 September
TANGKAS: Pelatih PTM Jois Club Silir Rovani saat mengikuti pengukuhan PB PTMSI di Jakarta 16 September

 

 

 

JOMBANG – Sebanyak empat atlet PTM Jois Club dipersiapkan khusus untuk membawa nama Jombang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Latihan rutin dilaksanakan di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek.

Klub yang berdiri sejak 5 Februari 2023 tersebut mengirimkan tiga atlet putra dan satu atlet putri.

 Persiapan dilakukan secara bertahap dengan memperbanyak porsi latihan, pertandingan, hingga tryout ke luar daerah.

Selasa (29/9), sekitar 15 atlet usia 6 hingga 17 tahun mengikuti latihan dengan serius, mengasah teknik pukulan dan menerima instruksi pelatih.

Pelatih PTM Jois Club Silir Rovani mengatakan, latihan rutin dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 15.00 hingga 16.00 dengan latihan bola banyak atau multi-ball.

Setelah istirahat, latihan dilanjutkan dengan bola satu untuk mematangkan teknik pukulan.

”Kita bagi dua sesi. Jam pertama latihan bola banyak, setelah istirahat dilanjutkan latihan bola satu untuk memantapkan pukulan anak-anak,” katanya.

Menurut Silir, persiapan menuju Porprov tidak cukup hanya mengandalkan latihan teknik. Tapi juga fisik dan mental yang kuat.

Karena itu, frekuensi bertanding dan tryout terus ditambah untuk membiasakan atlet menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Untuk Porprov 2027, Silir menyebut mayoritas atlet yang dipersiapkan masih duduk di bangku SMP dan SMA.

”Targetnya baru pertama kali ikut Porprov Jatim, masuk semifinal mungkin sudah bagus. Lihat lawan-lawannya banyak yang senior,” ungkapnya.

Salah satu atlet, Anugrah Fauzi Mubin atau Izul menekuni tenis meja sejak kelas V SD, mengaku tidak hanya berlatih di klub, tetapi juga melakukan latihan fisik secara mandiri di rumah. ”Persiapannya tentu latihan lebih giat lagi, latihan fisik sendiri di rumah, dan mengikuti pertandingan untuk melatih mental,” tuturnya.

Latihan di PTM Jois Club berlangsung empat kali dalam sepekan, yakni Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Pengalaman bertanding juga terus dikumpulkan. Terbaru, dia berhasil menembus delapan besar Kejurnas di Jakarta.

”Harapannya nanti di Porprov Jatim bisa bermain lebih baik dan mendapatkan juara,” harapnya.

PTM Jois Club tidak lepas dari peran Siswono, 67, yang sejak 1985 telah berkecimpung di dunia tenis meja. Sebelum mendirikan PTM Jois Club, pria yang akrab disapa Pak Sis pernah menjadi pelatih PTM Gudang Garam Sanjaya selama sekitar dua tahun.

Setelah itu, dia melatih dari rumah dan sempat vakum selama 15 tahun. Kecintaan terhadap tenis meja kembali membawanya mendirikan PTM Jois Club pada 2023.

Baca Juga: Profil Yusuf Nurdiawan, Guru SMKN Mojoagung yang Juta Atlet Tenis Meja Berprestasi

"Pada 5 Februari 2023 berdiri PTM Jois Club. Saya sejak 1985 sudah menjadi pelatih. Pernah melatih PTM Gudang Garam Sanjaya sekitar dua tahun, kemudian pulang melatih rumahan dan sempat vakum 15 tahun," kenangnya.

Bakat tenis meja juga diteruskan kepada anak-anaknya. Putra pertamanya, Kukun Sisdo Mubarat, mulai berlatih sejak kelas III SD. Setahun kemudian, Kukun berhasil meraih juara tingkat Jawa Timur dan saat kelas V SD bergabung dengan klub besar Gudang Garam.

Setelah Kukun bergabung, Siswono kemudian membina putrinya, Silir. Saat berusia 12 tahun, Silir berhasil menjadi juara O2SN di Jakarta ketika masih memperkuat Jombang. Setelah SMP, Silir bergabung dengan sang kakak.

"Sekarang Kukun berkat prestasinya diangkat menjadi ASN dari Kemenpora RI," kata Siswono.

Menurut Siswono, berdirinya PTM Jois Club juga bermula dari permintaan cucunya yang ingin berlatih tenis meja. Dari keinginan sederhana itu, dia akhirnya membangun gedung olahraga yang kini menjadi tempat pembinaan atlet muda.

Tak hanya atlet asal Jombang, PTM Jois Club juga menjadi tempat berlatih atlet dari berbagai daerah. Di antaranya Kalimantan, Pasuruan, dan Tuban. Untuk atlet yang datang dari jauh, pengelola bahkan menyediakan fasilitas mess.

"Rata-rata ada yang dari luar kota, Kalimantan, Pasuruan, Tuban, juga Jombang. Kami menyediakan mess untuk yang dari jauh," pungkasnya.

Dengan pembinaan berkelanjutan, PTM Jois Club kini tak sekadar menjadi tempat latihan. Klub menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menempa teknik, fisik, sekaligus mental sebelum naik ke level kompetisi yang lebih tinggi. Porprov Jatim 2027 pun menjadi salah satu panggung yang ditunggu untuk menguji hasil pembinaan. (wen)

Editor : Anggi Fridianto
Porprov 2027 atlet ptm ptm jois club Jombang Tenis Meja