JOMBANG – Kontingen Kabupaten Jombang membawa pulang lima medali pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung Senin (29/6) hingga Kamis (2/7).
Sebanyak 10 atlet terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten mewakili Jombang pada enam cabang olahraga. Senam, panjat tebing, pencak silat, bulu tangkis, renang, serta kid's athletics. Pertandingan digelar di sejumlah venue di Jawa Timur. Di antaranya Gedung Senam Nusantara Citra Raya, Jatim Seger, BBPMP, PB Suryanaga, dan GOR Delta Sidoarjo.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan para atlet telah menunjukkan semangat juang yang tinggi saat bersaing dengan wakil dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
”Anak-anak sudah berjuang dengan maksimal dan mampu membawa nama baik Kabupaten Jombang. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga sejak usia dini,” ujarnya.
Baca Juga: Student Journalism: Tampil O2SN Provinsi
Lima medali yang diraih kontingen Jombang terdiri atas juara pertama renang putra gaya bebas, juara kedua renang putra gaya kupu-kupu yang diraih Farel Ramdan Zaki Alvaro dari SD Islam Terpadu Al Ummah, juara ketiga renang putri gaya dada yang diraih Felisa Oktiara Elena dari SDN kabuh, juara kedua kid's athletics putra Ibnu Hafizh dari SD Negeri Plandi 1, serta juara ketiga bersama bulu tangkis putra yang diraih Krisna Bramanta dari SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang.
Meski berhasil meraih lima medali, belum ada atlet Jombang yang lolos ke O2SN tingkat nasional. Hal itu karena penentuan wakil Jawa Timur dilakukan berdasarkan akumulasi nilai seluruh nomor pertandingan pada masing-masing cabang olahraga.
”Untuk renang misalnya, Farel memang meraih juara satu di gaya bebas dan juara dua di gaya kupu-kupu. Namun hasil akumulasi nilainya belum cukup untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,” jelas Rhendra.
Ia menambahkan, 10 atlet yang tampil di O2SN provinsi merupakan juara hasil seleksi O2SN tingkat Kabupaten Jombang yang digelar pada 6–7 Mei 2026. Setelah terpilih, pembinaan atlet dilaksanakan sekolah masing-masing hingga pelaksanaan kejuaraan tingkat provinsi. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto