Radarjombang.id – Hibah Pemkab Jombang yang diberikan kepada KONI tahun ini mayoritas digunakan untuk dana pembinaan cabor. Salah satu indikator besaran dana hibah yang diberikan adalah medali yang diraih pada Porprov 2025.
”Indikator yang digunakan hanya medali di Porprov, kecuali pada cabang olahraga prioritas, yaitu sepak bola,” kata Sumarsono, ketua KONI Jombang.
Hibah yang diterima KONI Jombang tahun ini adalah Rp 2,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk dana pembinaan 48 cabor dan dana operasional KONI.
Syarat cabor yang dapat menerima dana pembinaan adalah memiliki kegiatan, ada kepengurusan dan memiliki prestasi. ”Prestasi itu yang jadi penentu besarannya, yaitu prestasi porprov,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, dana pembinaan cabor belum dibagi. Jika berkaca pada tahun sebelumnya, per medali memiliki nilai. Misalnya medali emas menerima tambahan Rp 10 juta, untuk medali perak Rp 7,5 juta, dan medali perunggu Rp 5 juta.
”Tahun ini akan kami hitung lagi, karena perolehan medali juga banyak, jadi kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang diberikan pemkab,” jelasnya.
Sementara untuk cabor yang tidak meraih medali di porprov juga tetap mendapatkan dana pembinaan. Untuk mendukung kegiatan dan mewadahi bakat minat masyarakat di bidang olahraga utamanya pada pembinaan usia porprov dibawah 23 tahun.
”Kita harus mempertimbangkan itu, jangan sampai ada cabor sudah latihan kita acuh tak acuh tidak bisa begitu kasihan masyarakat jombang yang punya kreatifitasm kalaupun belum prestasi kalau ingin berperan kami hargai juga,” ungkapnya.
Sebelumnya, untuk cabor baru diberikan dana pembinaan Rp 4 juta, untuk cabor yang sudah eksis minimal Rp 10 juta ditambah raihan medali porprov.
”Pembagian dana pembinaan itu dikecualikan untuk cabor prioritas, yaitu sepak bola, sepak bola paling banyak, tidak ada porprov Rp 150 juta, kalau ada porprov kemarin hanya Rp 20 juta karena anggarannya kami fokuskan ke porprov,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto