Radarjombang.id - Atlet muda asal Kabupaten Jombang, Parisya Palmeda Nasywa Nihar, mahasiswi sarjana terapan jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Surabaya, sukses mengharumkan nama Kabupaten Jombang.
Putra pasangan Juanita Matkhurotin dan Suharianto ini meraih medali emas dari cabang panahan pada pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Timur IX di Malang Raya 28 Juni sampai 5 Juli 2025.
’’Alhamdulillah saya dapat emas panahan nomor barebow putri 50 meter,’’ kata gadis kelahiran Ruteng Nusa Tenggara Timur, 15 Februari 2007.
Berangkat mewakili KONI Kabupaten Jombang, Parisya tampil gemilang sejak babak kualifikasi. Ia menembus persaingan ketat delapan pemanah terbaik se-Jawa Timur.
Kemudian menyingkirkan wakil Sidoarjo di babak penyisihan. Langkah Parisya semakin mantap setelah menaklukkan atlet Jember pada semifinal, hingga akhirnya melaju ke final.
Pada laga puncak, Parisya menghadapi pemanah tangguh asal Tuban. Berbekal konsentrasi, teknik matang, dan mental juara, ia berhasil mengunci kemenangan mutlak untuk membawa pulang medali emas bagi kontingen Jombang.
Satu emas yang dia raih sudah memenuhi targetnya, tampil maksimal dan mendapatkan hasil terbaik.
Sebelum ikut Porprov, Parisya pernah meraih medali perunggu dalam ajang bergensi Bupati Lumajang Archery Tournament 2025 (BLAT) 20 Februari 2025. Ia meraih perunggu pada jarak 20 meter pada turnamen yang diselenggarakan di lapangan GOR Wira Bhakti Lumajang.
Parisya yang kini tinggal di Perum Sentul Regency Blok 2 Nomor 1, Tembelang, merupakan atlet binaan Fast Archery Club Djombang (FACD). Dia berlatih intensif di bawah arahan pelatih Muhammad Zulfani Fariansyah.
Parisya berkisah, ia baru belajar panahan pada November 2024. Diajak seorang teman untuk bergabung di klub panahan.
’’Setelah saya bergabung dan giat latihan, malah teman saya yang mundur,’’ ucapnya. Selain keinginan untuk belajar, konsistensi menurutnya adalah kunci keberhasilan dalam pembinaan.
Mengikuti arahan pelatih dan disiplin juga sangat penting. ’’Ini semua berkat dukungan dari pelatih dan rekan satu tim,’’ ungkapnya.
Menjelang Porprov, ia latihan setiap hari selama enam bulan di Mojoagung. Dalam satu sesi latihan, ia tembakkan sedikitnya 500 anak panah untuk meningkatkan presisi dan ketahanan fisik.
’’Selain latihan maksimal, saya juga memperhatikan pola istirahat yang cukup serta makanan yang sehat dan bergizi,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto