Radarjombang.id - Permasalahan organisasi internal Porserosi Jombang yang berbuntut dicoretnya tujuh nama dari daftar atlet Porprov Jatim sudah selesai.
Itu setelah DPRD memediasi kedua belah pihak, dan sepakat untuk menyusulkan sejumlah nama untuk ikut Porprov di Malang, 28 Juni hingga 5 Juli 2025.
’’Kami akhirnya legowo. Besok (hari ini) kami berencana ke Jatim untuk mencukupi kekurangan kuota,’’ kata Ketua Porserosi Jombang, Sutrisno, kemarin. Hearing dilaksanakan di ruang ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, Kamis (12/6).
Itu dilakukan sebab pendaftaran Porprov secara resmi ditutup pada 31 Mei lalu. Jumlah atlet yang akan diusulkan dan siapa saja, Sutrisno belum berani memutuskan. Sebab belum mengetahui hasil lobi yang dilakukan hari ini.
’’Belum tahu berapa jumlahnya, nanti sesuai dengan hasil lobi,’’ jelasnya. Siapa saja yang nanti akan berangkat, pihaknya mengaku pasrah kepada wakil ketua DPRD. ’’Nanti saya salah lagi kalau saya yang menentukan,’’ lanjutnya.
Jika nanti diperbolehkan menyusulkan sejumlah nama, maka mereka yang akan masuk harus pindah ke klub yang masih aktif. Sebab sebagai antsipasi jika nanti digugat setelah menang dan diketahui jika atlet berasal dari klub yang non aktif hingga kemenangan dibatalkan.
’’Jangan sampai hal itu terjadi. Harus pindah ke klub yang masih aktif untuk Porprov,’’ paparnya.
Pihaknya juga minta atlet legowo atas hasil lobi hari ini. Termasuk legowo untuk pindah sementara ke klub yang aktif, dan legowo berapapun kuota tambahan yang diberikan.
’’Yang penting anak-anak bisa ikut dulu sementara ini,’’ tegasnya.
Sebelumnya, tujuh atlet sepatu roda mengeluhkan karena namanya dicoret dari daftar atlet Porprov. Itu setelah tiga klub yang menaungi mereka melakukan Muscablub yang dianggap tidak sah karena melanggar AD/ART Porserosi.
Akibatnya, tiga klub tersebut dinonaktifkan Porserosi Jombang, sementara Porprov harus diikuti atlet yang berasal dari klub yang legal dan aktif. (wen/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto