Radarjombang.id - Keterbatasan anggaran membuat sejumlah atlet harus berangkat Porprov Jatim 2025 secara mandiri. Salah satunya dari cabang olahraga (cabor) petanque Kabupaten Jombang.
Dari tujuh atlet yang akan ikut Porprov, yang dibiayai KONI Jombang hanya lima.
’’Karena punya peluang besar meraih medali, maka kami berangkatkan dua atlet tambahan secara mandiri,’’ kata Deni Setyawan, pelatih petanque Jombang.
Tujuh atlet yang akan dikirim, Fandi Ahmadfianto, Lukmanul Hakim, Muhammad Arif, Ainun Mabila, Putri Risma Feby dan Denik.
’’Feby dan Denik berangkat mandiri, yang lima dicover KONI,’’ terangnya.
Tujuh atlet tersebut bakal turun di 10 nomor. Rinciannya, single putra dan putri, double putra dan putri, triple putra dan putri, triple mix, double mix.
Serta shooting putra dan putri.
Guna mewujudkan target medali, pihaknya telah melakukan persiapan secara serius. Dua bulan terakhir, tujuh atlet tersebut mengikuti pemusatan latihan (TC) di SMK Khoiriyah Sumobito.
Latihan dilakukan hampir 12 jam setiap harinya, dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam.
Latihan 12 jam tersebut dilakukan karena untuk mengejar target minimal tiga medali. Perjuangannya juga tidak mudah.
Dengan segala keterbatasan, atlet disiplin hadir setiap bulan, meskipun pelatih harus berkorban meminjamkan motor agar mempermudah mobilitas pemain selama latihan.
’’Banyak atlet yang tidak punya, sampai motor pelatih dibawa atlet untuk menunjang latihan,’’ tegasnya. (wen/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto