Radarjombang.id - Pemkab Jombang telah menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk memberikan bonus pada atlet yang meraih medali di pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kepemudaan dan pariwisata Jombang, Bambang Nurwijanto, saat hearing bersama Komisi D DPRD Jombang dan KONI Jombang (19/5).
’’Nilai ini berdasarkan asumsi medali yang ditargetkan oleh KONI,’’ kata Bambang Nurwijanto.
Ia merinci, bonus yang diberikan setiap keping medali emas Rp 30 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta.
Nilai tersebut sama seperti bonus pada Porprov Jatim 2023.
Bonus diberikan agar atlet memiliki motivasi lebih tinggi untuk berjuang di event bergengsi yang akan dihelat di Malang Raya pada 28 Juni sampai 5 Juli tersebut.
Selain bonus, Disporapar Jombang juga menambahkan Rp 350 juta hibah untuk KONI Jombang.
Itu karena biaya Porprov yang besar, namun anggaran yang diperoleh KONI tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya tanpa Porprov.
’’Saat ini proses pengajuan untuk di transfer ke rekening KONI sedang diproses.
Dana sebesar Rp 350 juta itu, peruntukannya untuk dana pembinaan bagi cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.
Ketua KONI Jombang, Sumarsono, memaparkan, Rp 1,3 miliar dari Rp 2,25 miliar yang diterima KONI dialokasikan untuk memberangkatkan 250 atlet dan 100 pelatih pada Porprov 2025.
Dampaknya, dana pembinaan setiap cabor menipis. Nilainya hanya Rp 6 sampai 20 juta per cabor.
’’Dana pembinaan cabor sangat minim, sementara cabor harus mempersiapkan pembinaan, asupan gizi dan transport untuk persiapan ikut Porprov.
Kondisi ini membuat pilu pengurus cabor,’’ ungkap Sumarsono. (wen/jifang)
Editor : Anggi Fridianto