Radarjombang.id - KONI Jombang dipastikan mendapat tambahan dana Rp 350 juta untuk kebutuhan pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jombang, Bambang Nurwijanto, kala dengar pendapat dengan Komisi D DPRD, Senin (19/5).
’’Saat ini proses pengajuan untuk di transfer ke rekening KONI sedang diproses.
Dana Rp 350 juta itu peruntukannya untuk dana pembinaan bagi cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.
Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menyatakan, pada Porprov 2025 ini, jumlah atlet yang dibiayai KONI 250 orang dan pelatih 100 orang.
Cabor yang ikut 44 dari 48 cabor anggota KONI Kabupaten Jombang.
’’Yang sekarang belum ada solusi, bantuan biaya transport dan makan mengikuti upacara pembukaan dan penutupan. Harapan kami, mendapat bantuan atau support dari bapak angkat, atau OPD Pemkab Jombang,’’ ungkapnya.
Dana hibah Rp 2,250 miliar untuk satu tahun menurutnya kurang.
Dana itu digunakan untuk biaya Porprov, pembinaan cabor dan operasional kantor. Total yang digunakan untuk porprov 60 persen setara Rp 1,3 miliar.
Lainnya untuk dana pembinaan dan untuk operasional kantor 30 persen.
Dana Porprov digunakan untuk pembelian kostum kontingen, topi, jaket trining, sepatu dan kaos kaki.
Setiap atlet mendapat uang makan selama jadwal pertandingan Rp 100 ribu, pelatih Rp 150 ribu, uang saku setiap hari nilainya sama.
Uang transport menuju venue Rp 200 ribu (pulang pergi), uang penginapan Rp 100 ribu setiap atlet dan setiap pelatih.
Mereka juga didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk satu bulan.
Anggaran juga digunakan untuk pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab) 100 atlet yang dipilih cabor, dan 40 pelatih, durasi tiga bulan, April, Mei, Juni.
Setiap atlet mendapat bantuan transport Rp 100 ribu, pelatih Rp 150 ribu per bulan. ’’Hanya bantuan transport hadir ke tempat latihan,’’ ujarnya.
Sementara uang pembinaan cabor nilainya berbeda-beda. Berdasarkan rekam prestasi cabor yang diraih pada porprov sebelumnya.
’’Parameter pemberian dana pembinaan berdasarkan medali, satu emas Rp 10 juta, perak Rp 5 juta, perunggu Rp 3 juta.
Cabor yang mendapat medali banyak mendapatkan dana relatif memadai. Cabor baru mendapat Rp 5 juta,’’ urainya.
Beberapa solusi ditawarkan untuk mengatasi kekurangan tersebut, salah satunya mencari sponsor. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto