RadarJombang.id – 250 atlet yang diproyeksikan mengikuti Porprov telah menjalani tes fisik yang pertama di Lapangan Tenis Indoor Jombang selama tiga hari mulai (21-23/2).
Perkembangannya bakal ditinjau lagi pada test fisik yang kedua.
”Hasil dari test fisik yang pertama ini akan dipantau pada tes fisik yang kedua, waktunya nanti kami akan koordinasi lagi dengan tim Binpres,” kata Sumarsono, ketua KONI Jombang.
Test fisik dilakukan tiga hari. Hari pertama cabor bridge, catur, sepeda balap, e sport, billiar, drumband atletik, arung jeram, dayung, akuatik, selam, panjat tebing, aeromodelling dan senam.
Sedangkan pada hari kedua sambo, IBCA MMA, kick boxing, tarung derajat, angkat besi, angkat berat, binaraga, gulat, dance sport, tinju, pencak silat, muaythai dan bola voli.
Sementara hari minggu cabor sepak bola, sepak takraw, menembak, pickleball, tenis lapangan, tenis meja, bulutangkis, softball, sepatu roda, dan shorinji kempo.
Ia menjelaskan, setiap cabor tes nya berbeda-beda. Porsinya disesuaikan dengan kebutuhan cabor.
Adapun jenis tes dikelompokkan menjadi satu, misalnya test catur, bridge, dan e sport menjadi satu.
Begitu juga balap sepeda, atletik, dan drumband, jenis test juga tidak akan sama dengan cabor beladiri. ”Setiap jenis cabor menu testnya berbeda-beda,” jelasnya.
Ia menguraikan, tes tersebut telah dibukukan. Dan tugas pelatih harus menindaklanjuti dalam puslatkab.
Usai puslatkab berjalan, KONI Jombang bakal melakukan lagi test fisik yang kedua sekaligus post test.
”Tentu harapannya setelah ditempa di pulatkab akan meningkat di post test,” jelasnya.
Test fisik ini, lanjutnya, dilakukan untuk meningkatkan performa atlet di Porprov yang bakal dilaksanakan di Malang Raya sekitar bulan Juni-Juli mendatang.
”Meski jumlah atlet lebih sedikit, harapannya prestasi lebih banyak, minimal dapat mempertahankan prestasi pada Porprov 2023,” pungkasnya. (wen/ang/riz)
Editor : Achmad RW